Saturday, November 5, 2011

Rahasia Sejarah Amerika

Rahasia Sejarah Amerika

Ada rahasia besar yang tersembunyi rapat-rapat, selama berabad-abad, tentang Amerika Serikat. Rahasia itu tersimpan rapi di dalam simbol kenegaraan, simbol pemerintahan, desain arsitektur kota, rancang bangun gedung-gedung penting, patung-patung, monumen, pilar dan obelisk, mata uang dollar, bahkan juga di dalam logo perusahaan dan sebagainya. Tidak hanya berupa simbol namun juga angka-angka dan ukuran.
Simbol-simbol tersebut memiliki kesamaan bahasa dengan banyak simbol yang terserak di seantero Eropa, seperti yang terpahat di Rosslyn Chapel, Edinburg-Skotlandia, serta Magdala Church di Rennes Le Chateau Perancis Selatan. Pesan-pesannya serupa dengan pesan yang hendak disampaikan ribuan simbol yang terpahat di dalam piramida-piramida besar para Pharaoh di Mesir.
Inilah rahasia para Geometrian, para pemeluk keyakinan purba Kabbalah, yang selalu mendekat dengan perjalanan para Nabi dan utusan Allah, namun selalu mengambil posisi berseberangan. Perjalanan ini, awal sejarah ini, tidak dimulai di bumi, melainkan di atas sana tatkala Iblis menggoda Siti Hawa agar membujuk Adam memakan buah khuldi. Atas pelanggaran terhadap larangan Allah ini, Adam dan Hawa diperintahkan turun ke bumi. Iblis diam-diam menyusul keduanya ke bumi dalam bentuk ular dan hingga akhir zaman senantiasa menyelewengkan umat manusia, anak cucu Adam-Hawa, dari ketauhidan. Para pengikut iblis, The Brotherhood of Snake (The Secret Society, J. Robinson), dalam perjalanannya mewujud dalam kelompok Kabbalah dan kemudian sekarang ini kita kenal dengan istilah yang sangat popular: Zionisme. Kelompok ini memiliki kitab suci iblis bernama Talmud.
Lantas, apa hubungannya dengan Amerika? Inilah menariknya. Tidak banyak orang di muka bumi ini yang mencermati sejarah dalam perspektif ideologis. Padahal, jatuh bangunnya sebuah peradaban, berdiri atau hancurnya sebuah negara, dimulai atau berakhirnya sebuah peperangan, senantiasa berangkat dari sisi yang teramat halus ini.
Yang dimaksud bukanlah ideologi yang lazim kita kenal di bangku-bangku sekolah seperti nasionalisme, fasisme, komunisme, dan sebagainya, namun ideologi purba yang menjadi musuh bebuyutan para utusan Tuhan. Sejak Nabi Adam a.s. hingga Muhammad Rasulullah SAW. Ideologi yang tidak berubah sejak Allah SWT menurunkan Adam a.s. dan Hawa ke bumi hingga kita menghirup nafas di hari ini. Ideologi itu hanya dua: ketauhidan dan anti –thesisnya, syirik.
 
Para peneliti kelompok Kabbalah menemukan fakta bahwa kelompok pengikut iblis ini senantiasa mencari pusat-pusat peradaban dunia dan mempergunakannya sebagai pusat aktivitas kelompoknya. Mereka pernah bermarkas besar di Mesir tatkala Firaun bertahta, dan menjadi ideolog bagi Firaun. Mereka juga pernah mendekati Vatikan lewat Peter The Hermit dan Godfroy de Bouillon yang kemudian meletuskan Perang Salib yang berkepanjangan. Mereka kemudian bermarkas di Yerusalem ketika Tanah Suci itu jatuh ke tangan pasukan salib, bahkan berhasil mendudukan salah seorang tokohnya bernama Guy de Lusignan sebagai King of Jerusalem.
Tatkala Salahuddin al-Ayyubi membebaskan Yerusalem di tahun 1187, mereka pun terusir dari Yerusalem. Ordo Sion dengan Ksatria Templarnya gagal meneruskan misi rahasia menggali tanah di bawah kompleks Masjidil Aqsha guna mencari The Solomon Treasure, Harta Karun Nabi Sulaiman. Selepas dari Yerusalem, pengikut iblis ini bersarang di Perancis Selatan dan dari sana menaklukkan Eropa, menyusup kembali ke Gereja, dan menguasai pusat-pusat peradaban Eropa seperti di Inggris dan Perancis.
Ketika Eropa sudah takluk, mereka lirik sebuah daratan teramat luas yang kemudian dinamakan Amerika. Colombus, seorang menantu dari tokoh pelarian Templar dan juga anggota dari Knight of Christ, kelompok persaudaraan Templar di Italia-Spanyol- Portugis, berlayar untuk menaklukkan benua tersebut dengan didanai dan membawa orang-orang Yahudi yang melarikan diri dari Dewan Inkuisisi yang digelar Raja Ferdinand dari Spanyol. Amerika pun berhasil direbut dengan mengusir dan membantai suku Indian, penduduk pribumi tanah itu. Gaya penaklukan dan perampasan daratan ini diulang kembali oleh orang-orang Yahudi tatkala merampas Tanah Palestina yang dimulai sejak Deklarasi Balfour dan berlangsung hingga detik ini.
 
Mereka membangun Amerika Serikat. Cetak biru negara besar ini memang dipersembahkan bagi penggenapan cita-cita kelompok Kabbalah di akhir zaman, para pengikut iblis, seperti yang tertera dalam simbol negaranya yang berbunyi “Novus Ordo Seclorum” (bahasa latin yang berarti The New World Order, Tata Dunia Baru), di mana Amerika akan dijadikan adi daya dunia yang berhak melakukan apa saja demi melaksanakan kepentingannya.
Amerika merupakan pusat komando kelompok iblis tersebut, guna mempersiapkan Tanah Suci Yerusalem sebagai rumah abadi bagi datangnya kembali King of Israel di akhir zaman, yang menurut mereka akan mengembalikan orang-orang Yahudi sebagai bangsa terpilih. Ada syarat-syarat tertentu, dalam keyakinan Talmudian, agar Raja Israel bisa datang kembali. Amerika adalah Israel besar, dan Israel adalah Amerika kecil. Keduanya sama dan sebangun serta memiliki kepentingan yang sama persis.
Dalam menguasai Amerika, kelompok ini sebagaimana dalam perjalanan sepanjang sejarahnya—tidak melakukannya secara terang-terangan. Mereka melakukan pengelabuan terhadap orang-orang Eropa non-Yahudi agar juga datang ke daratan baru ini dan bersama-sama membangunnya. Mereka memanfaatkan dan menunggangi orang-orang Eropa non-Yahudi ini hingga sekarang.
Seorang dari mereka bernama Henry Ford, salah seorang perintis usaha otomotif Amerika, menyatakan, “Andai saja rakyat Amerika mengetahui bagaimana sejarah uang (dollar), maka esok paginya saya yakin akan timbul revolusi besar di Amerika Serikat!”
Henry Ford merupakan salah seorang tokoh, garda terdepan di Amerika, yang dengan berani dan tegas menyuarakan kebusukan orang-orang Yahudi di dunia. Walau pernah mengalami upaya percobaan pembunuhan yang dirancang oleh Zionis-Yahudi, walau selamat, keberanian seorang Henry Ford tidaklah surut. Ia kemudian menulis buku kecil yang menelanjangi konspirasi Yahudi Internasional di Amerika dan dunia berjudul “The International Jew” (1977).
Upaya Henry Ford merupakan kelanjutan dari peringatan Benjamin Franklin, seorang Mason yang telah sadar, tentang bahaya orang-orang Yahudi di Amerika (The Franklin Prophecies).
Perlahan tapi pasti, tirai dan kabut tebal yang menyelimuti sisi gelap Amerika akan terbuka. Rahasia besar yang selama berabad-abad berusaha ditutupi dengan amat rapat oleh para pemuja iblis akan terbongkar jua.

No comments: