Saturday, November 12, 2011

Ilmu Pengetahuan di Negara-negara Maju

Pada negara-negara yang telah mengalami kemajuan Iptek, paper ilmiah yang dipublikasikan di jurnal internasional merupakan salah satu ukuran penting untuk mengukur kualitas penelitian. Di beberapa negara maju seperti Amerika, Inggris, dan Jepang, jumlah dan kualitas paper ilmiah yang dipublaksikan tersebut bahkan dijadikan salah satu ukuran untuk menentukan berapa besar dana penelitian yang akan diberikan pada laboratorium tersebut. Paper ilmiah dianggap cukup mewakili penilaian kualitas penelitian, mengingat paper tersebut akan diuji oleh para peneliti yang berkompeten di bidangnya sebelum dinyatakan layak untuk dipublikasikan dalam jurnal ilmiah tersebut.
Berdasarkan kuantitas serta kualitas paper ilmiah yang dipublikasikan di jurnal internasional, negara mana saja yang tergolong adidaya di bidang ilmu pengetahuan? Data dari The New York Times Syndicate mengungkapkan, negara-negara yang dianggap adidaya di bidang ilmu pengetahuan selama ini adalah Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Namun negara-negara tersebut kini punya sejumlah kompetitor baru. Yang paling menonjol adalah China. Meskipun sulit menentukan negara mana saja yang bisa bergabung dalam kelompok negara adidaya tersebut, tercatat sejumlah calon.
Kajian terbaru Akademi Sains Nasional Inggris, The Royal Society, menilai, China sebagai pemain baru di bidang penelitian ilmiah dan pengembangan. Kajian itu juga mencatat pemain-pemain baru lainnya yang terus bermunculan, di antaranya Brasil, India, Iran, Qatar, Tunisia, Turki, dan Singapura.
Kajian itu membuat peringkat berdasarkan banyaknya publikasi ilmiah yang dihasilkan setiap negara selama dua periode, yaitu 1993-2003 dan 2004-2008. Hasilnya, AS masih tetap memimpin, tetapi jumlah publikasi ilmiahnya anjlok dari 26 persen menjadi 21 persen.
Peringkat China terus meningkat, dari posisi keenam menjadi posisi kedua dengan kontribusi sekitar 10,2 persen secara global. Inggris tetap bertahan di posisi ketiga dengan 6,5 persen, sedikit turun dari 7 persen dalam kajian sebelumnya.
Penggunaan kutipan ilmiah juga menjadi salah satu faktor untuk menentukan jumlah aktivitas ilmiah di sebuah negara. AS dan Inggris tetap memimpin di kategori ini, diikuti Brasil, China, dan India.
Iran merupakan negara yang sangat cepat perkembangannya dalam hal publikasi ilmiah. Jika pada 1996 jumlah publikasi ilmiah hanya 736, jumlah itu meningkat menjadi 13.200 pada 2008.
Anehnya, data dari The New York Times Syndicate ini tidak menyebutkan Korea Selatan sebagai salah satu negara adidaya di bidang ilmu pengetahuan. Padahal, menurut data yang dihimpun oleh National Science Foundation (NSF), sebuah lembaga ilmu pengetahuan bergengsi milik pemerintah Amerika; pada kurun waktu 1998-2001, Korea Selatan tercatat sebagai negara dengan pertumbuhan publikasi hasil riset sebanyak 14 kali. Angka ini bahkan melampaui China dan Amerika Serikat yang masing-masing hanya 1,1 kali dan lima kali.
Tantangan-tantangan global, seperti perubahan iklim, punahnya keanekaragaman hayati, dan kebutuhan terhadap energi, membuat kolaborasi internasional di antara para ilmuwan untuk mencari solusinya semakin meningkat.
Kondisi pertumbuhan penelitian yang pesat ini membuat “kekhawatiran” di kalangan peneliti di Eropa bahwa kiblat ilmu pengetahuan akan berpindah ke benua Asia. Komisi Uni Eropa bahkan menyatakan sangat mungkin bagi Eropa untuk gagal memenuhi tujuan-tujuan pengembangan risetnya dengan pertumbuhan seperti ini. Van Bubnoff dalam artikel di majalah Nature bahkan menyatakan jika pertumbuhan riset di negara-negara Asia tetap seperti ini, dalam enam sampai tujuh tahun ke depan diyakini posisi Amerika di tempat kedua akan mampu digeser oleh Asia dalam jumlah publikasi paper ilmiah. Meskipun secara umum kualitas paper ilmiah Asia masih mungkin berada di bawah negara Eropa dan Amerika, kondisi pertumbuhan seperti ini dianggap mampu merangsang dan menciptakan kondisi kondusif bagi peneliti di negara-negara Asia Pasific untuk makin meningkatkan kualitas paper ilmiahnya. Dan bukannya tidak mungkin sedikit demi sedikit kualitas paper ilmiah dari negara Asia pun akan bisa mengungguli hasil riset dari Eropa dan Amerika. 
Bagaimana dengan Indonesia ?
Di tengah kebangkitan negara Asia yang lainnya, yang disebut oleh Nature sebagai paper tigers atau macannya paper ilmiah, prestasi paper ilmiah di Indonesia bisa dikatakan masih memprihatinkan. Sebuah lembaga ilmiah Thomson Scientific yang berbasis di Philadelphia Amerika secara berkala mengeluarkan data paper ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal internasional. Dari data tersebut didapatkan bahwa jumlah paper ilmiah yang berhasil di publikasikan selama tahun 2004 oleh peneliti di Indonesia (yang berafiliasi dengan lembaga penelitian atau universitas di Indonesia) berjumlah 522 paper ilmiah. Jumlah ini hanya sekitar 1/3 dari paper ilmiah yang hasilkan oleh negara tetangga Malayisa yang berjumlah 1438. 
Di antara negara ASEAN Indonesia menduduki peringkat keempat di bawah Singapore dengan 5781 paper, Thailand yang memiliki 2397 paper dan Malaysia. Sementara jika dibandingkan negara-negara maju di Asia jumlah paper Indonesia jelas sangat tertinggal di mana Jepang memiliki 83484 paper, Cina 57740 paper, Korea 24477 paper, dan India 23336 paper. Jumlah dari Indonesia juga hampir sama dengan paper ilmiah dari Vietnam yang memiliki 453 paper selama tahun 2004 tersebut. 
Jika kita lihat dari pertumbuhan jumlah paper antara tahun 1990 dan 2004, Indonesia yang pertumbuhan paper ilmiahnya 2.67 ternyata memiliki pertumbuhan yang lebih rendah dibandingkan negara ASEAN lainnya seperti Singapura (7), Thailand (4.81), Malaysia (3.89) Singapura (7) dan bahkan Vietnam (3.84). Negara kita hanya menang jika dibandingkan Philipina dan Brunei yang memang sangat sedikit jumlah paper ilmiahnya, yaitu dibawah 50 paper. 
Kondisi di atas setidaknya bisa merefleksikan bagaimana kondisi penelitian di Indonesia jika dibandingkan dengan kemajuan ilmu pengetahuan di dunia. Adalah realitas bahwa negara kita masih sangat lemah dari sisi pengembangan IPTEK bahkan jika dibandingkan dengan negara-negara di tetangga. Ada beberapa hal yang menurut penulis perlu dikembangkan dalam kaitannya dengan dunia penelitian di Indonesia, antara lain:
Pertama, menghidupkan pertemuan ilmiah. Di negara maju seperti Jepang, pertemuan ilmiah yang diselenggarakan oleh komunitas ilmiah merupakan hal yang sangat lumrah bahkan bagi mahasiswa S1 dan S2 sekalipun. Selain dapat merangsang semangat meneliti, pertemuan ilmiah oleh komunitas ilmu tertentu akan dapat membantu mahasiswa dan peneliti mengetahui perkembangan terbaru dari riset di bidangnya. Selain itu pertemuan ilmiah yang juga menjadi ajang yang sangat penting untuk terbangunnya kerja sama antar laboratorium.
Kedua, mendorong terjadinya sinergi antar laboratorium. Adalah hal yang kita ketahui bersama bahwa pendanaan merupakan kendala terbesar bagi kemajuan riset di Indonesia. Dengan adanya keterbatasan tersebut, selayaknya dilakukan kerjasama dari dua atau bahkan beberapa laboratorium untuk mengatasi keterbatasan yang ada. Kerja sama antar laboratoirum juga akan mampu menekan penelitian yang berulang yang sebenrnya telah dilakukan oleh salah satu laboratorium.
Ketiga, mengembangkan jurnal-jurnal ilmiah di tanah air. Saat ini sebenarnya sudah ada beberapa jurnal ilmiah yang dikelola oleh komunitas ilmiah. Meskipun begitu praktis gaungnya tidak terlalu hidup kecuali sebatas pengurus komunitas ilmiahnya, disamping masalah pendanaan yang tidak jarang membuat sebuah jurnal ilmiah kemudian mati suri. Padahal keberadaan sebuah jurnal ilmiah yang terbit secara berkala merupakan parameter keberadaan riset pada bidang tersebut. Jurnal ilmiah ini juga bisa menjadi wahana saling bertukar informasi yang efektif pada sebuah bidang ilmu pengetahuan. 
Menghidupkan jurnal ilmiah akan menjadi satu jalan penting untuk kebangkitan IPTEK di Indonesia. Berbagai cara sebenarnya bisa dilakukan untuk mewujudkan hal ini mulai dari dimasukkannya poin penilaian secara khusus bagi peneliti yang mampu mempublikasikan paper di jurnal ilmiah, menjadikan syarat publikasi di jurnal untuk mendapatkan grant ataupun setelah grant penelitian selesai, syarat kelulusan studi S2 dan S3. Pengeloaan jurnal ilmiah secara elektronik melalui internet juga perlu dilakukan untuk mengatasi kendala biaya penerbitan. Di beberapa negara maju syarat seperti di atas ditetapkan kepada mahasiswa selain untuk menambah wawasan mahasiswa tersebut akan bidang yang ditelitinya, juga untuk mengetahui sejauh mana penilaian terhadap hasil penelitiannya dari peneliti lain melalui referee (penguji) dari jurnal ilmiah tersebut. 
Keempat, membuat prioritas penelitian. Meskipun dalam rencana strategis IPTEKNAS sudah diletakkan beberapa prioritas pokok Iptek yang akan dikembangkan di Indonesia, tetapi tetap saja arah penelitian yang berkembang baik di universitas maupun di lembaga penelitian belum mampu menciptakan sebuah trade mark tersendiri apa yang menjadi kompetensi bangsa Indonesia. Berbeda dengan Singapura yang meskipun sudah maju dari sisi penelitian, Singapura tetap memiliki prioritas di bidang Bioteknologi, demikian juga dengan Kuba atapun India yang juga fokus pada Bioteknologi selain IT nya. 
Masing-masing peneliti di lembaga penelitian di Indonesia kebanyakan hanya bekerja sendiri tanpa adanya sinergi untuk memfokuskan pada satu bidang yang diteliti. Sehingga wajar kalau kita kesulitan ketika meraba ada di mana kompetensi dari sebuah lembaga riset atau sebuah departemen di universitas misalnya. Kondisi ini bisa jadi disebabkan disebabkan karena masih lemahnya arahan pemerintah tentang fokus penelitian. Pemerintah juga masih terkesan memilih dana penelitian bisa tersebar merata ke banyak kelompok peneliti meskipun akhirnya dana yang relatif kecil tersebut tidak cukup produktif untuk menghasilkan sebuah penelitian yang berkualitas. 
Selain jumlah publikasi ilmiah yang masih sedikit jika dibanding dengan negara-negara ASEAN lainnya, Indonesia juga masih kekurangan pakar dengan kemampuan berbahasa Inggris mumpuni, baik dalam konteks menulis maupun berbicara (lisan). Tidak banyak jurnal ilmiah prestisius berbahasa Inggris terbitan Indonesia, yang dapat diakses dengan mudah, baik di dalam maupun di luar negeri. Anda berminat menutupi kekurangan ini?

Optimisme; Bagus untuk Kesehatan dan Mencegah Penyakit

Memiliki sikap dan sifat optimis ternyata baik bagi kesehatan. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan hubungan tingkat optimisme yang dimiliki seseorang terhadap penurunan resiko terkena penyakit stroke. Semakin besar rasa optimis yang dimiliki semakin kecil kemungkinan ia terkena stroke. Dalam hal ini tak hanya karena kemungkinan orang-orang yang memiliki pikiran positif seperti sifat optimis lebih bersemangat dan terpacu untuk menjalani pola hidup sehat, tapi terdapat bukti-bukti yang menunjukkan sikap optimis itu sendiri langsung terkait dengan penurunan resiko terkena penyakit stroke.

Hasil penelitian ini juga bersesuaian dan menyokong penemuan sebelumnya yang mengaitkan sikap optimis terhadap jantung yang lebih sehat dan kekebalan tubuh yang lebih baik. Penemuan terbaru ini dipublikasikan dalam American Heart Association Journal Stroke (Jurnal Ilmiah Asosiasi Jantung Amerika Untuk Stroke).

Oleh karena itu, mari kita tinggalkan sikap hidup yang pesimis dan mulai menjalani hidup dengan penuh optimisme sehingga turut menjaga kesehatan tubuh kita. Paling tidak dengan sikap optimis, pastinya hidup akan terasa lebih bergairah dan lebih menyenangkan.

Pornografi (Internet) Menghilangkan Gairah Seksual

Sudah banyak laporan ilmiah yang melaporkan bahaya /efek samping pornografi internet,  di antara yang terbaru adalah laporan dalam jurnal ilmiah terkemuka di Amerika Serikat, Psychology Today, yang menyebutkan pornografi bahkan bisa mengurangi (menghilangkan) kemampuan seksual normal atau ereksi pria yang masih muda (berusia 20 tahunan) dalam hubungan nyata dengan pasangannya.

Penjelasan ilmiahnya menyebutkan ketika menikmati pornografi, terjadi peningkatan kadar dopamine yang dilepaskan oleh sel-sel saraf di otak. Efeknya bersifat paradoks, dalam artian sel-sel saraf selanjutnya tak akan responsif terhadap kadar dopamine yang sama, tapi baru akan bereaksi jika konsentrasi dopamine  nya lebih tinggi dari sebelumnya. Artinya, penikmat pornografi harus mencari rangsangan lebih (pengalaman lebih ekstrim) dari sebelumnya untuk terangsang dan akan mengalami penurunan respons terhadap pengalaman seksualitas sebelumnya.

Efeknya bertingkat-tingkat tiap orang, sampai ada yang mengalami gangguan ereksi sama sekali ketika menghadapi pasangannya. Bukan berarti ia mengalami gangguan kesehatan tak bisa ereksi sama sekali. Ia sebenarnya sehat, tapi secara psikologis tak sehat karena rangsangan yang biasa tak lagi menarik baginya.

Yang mencengangkan hal ini sepertinya sudah mulai banyak berlaku pada anak-anak muda berusia 20 tahun an. Bahkan sebagian dari mereka sudah menganggap penurunan gairah (kemampuan) seksual / ereksi terhadap pasangannya ini sebagai hal yang normal.

Jika bisa dinyatakan dalam satu kalimat kesimpulan, pornografi dikatakan bisa merusak atau mengurangi kualitas hubungan antar pasangan.

Akan tetapi kondisi ini bisa ‘disembuhkan’, di antaranya dengan menghentikan akses pornografi dengan total selama berbulan-bulan sehingga otak mencapai keseimbangan baru. Dalam proses penyembuhan ini ada kemungkinan sang pria mengalami beberapa ketidaknyamanan secara psikologi antara lain mudah panik, susah tidur, sensitif, gangguan konsentrasi, hingga gejala seperti flu. Tapi asalkan ia bertahan gejala-gejala tersebut akan hilang dengan sendirinya.

Wednesday, November 9, 2011

Pesona Pantai Karimunjawa

Mau menghabiskan waktu liburan bersama keluarga atau sahabat? Jangan ragu, Karimunjawa adalah tempat yang sayang untuk kamu lewatkan...! Disini, kamu akan mendapatkan suasana yang nyaman dengan pemandangan yang begitu indah terutama bagi kamu-kamu yang memang sangat senang berkunjung ke pantai karena pantai Karimunjawa masih alami belum tersentuh oleh polusi dan kebersihannya pun terjaga dengan baik. Kalau diibaratkan dengan membuang sebuah jarum, maka kamu akan mudah menemukan jarum itu kembali. Mau tau cerita singkat tentang Karimunjawa? Simak bahasan berikut ini ya...!
 
Karimunjawa adalah kepulauan di Laut Jawa yang termasuk dalam Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Karimunjawa merupakan gugusan pulau-pulau kecil dengan total luas daratan dan lautan 111.500 Hektar. Luas daratan ±1.500 hektar dan perairan ±110.000 hektar yang berpenduduk lebih dari 8.800 jiwa. Terdapat 22 pulau di gugusan Karimunjawa. Dari semua pulau di sini, sebagian besar penduduk tinggal di 5 pulau utama yaitu Pulau Karimunjawa, Pulau Kemujan, Pulau Parang, Pulau Nyamuk, dan Pulau Genting. Suhu udara rata-rata Karimunjawa sekitar 26-30 derajat Celcius. Menurut legenda yang beredar di masyarakat setempat, Karimunjawa berasal dari Kremun, sebuah kata dalam bahasa Jawa yang berarti samar-samar. Pulau Karimunjawa ditemukan oleh Sunan Muria. Legenda itu berkisah tentang Sunan Muria yang prihatin atas kenakalan putranya, Amir Hasan. Dengan maksud mendidik, Sunan Muria kemudian memerintahkan putranya untuk pergi ke sebuah pulau yang nampak "kremun-kremun" (kabur) dari puncak Gunung Muria agar si anak dapat memperdalam dan mengembangkan ilmu agamanya.

 
Karimunjawa sejak 1986 telah ditetapkan sebagai Cagar Alam Laut sampai pada tanggal 15 Maret 2001, Karimunjawa ditetapkan oleh pemerintah Jepara sebagai Taman Nasional. Sebagian besar Taman Nasional ini kemudian ditetapkan sebagai Kawasan Pelestarian Alam Perairan melalui Keputusan Menhut No.74/Kpts-II/2001. Taman Nasional Karimunjawa sering dipakai sebagai sarana penelitian tentang hal-hal yang berhubungan dengan kelautan, misalnya pengelolaan kawasan dan kegiatan rekreasi pantai, ekologi vegetasi hutan hujan tropik daerah pantai, vegetasi mangrove, ekologi terumbu karang serta keanekaragaman biota lautnya. Tumbuhan yang menjadi ciri khas Taman Nasional Karimunjawa yaitu dewadaru (Crystocalyx macrophyla) yang terdapat pada hutan hujan dataran rendah.

Terumbu karang di Taman Nasional Karimunjawa terdiri dari beberapa jenis yaitu terumbu karang tepi pantai (fringing reef), terumbu karang penghalang (barrier reef) dan beberapa taka (patch reef). Kekayaan biota lautnya terdiri lebih dari 90 jenis karang keras dan 242 spesies ikan.Dua jenis biota karang utama yang dilindungi yaitu akar bahar (Antiphates spp.) dan karang merah (Tubipora musica). Biota laut dilindungi yang lain adalah kepala kambing (Cassis cornuta), triton terompet (Charonia tritonis), nautilus berongga (Nautilus pompillius), batu laga (Turbo marmoratus), dan 6 jenis kima.

Berbagai kegiatan rekreasional bisa dilakukan selama berlibur di Kepulauan Karimunjawa. Pesona alam bawah lautnya menyediakan tempat untuk petualangan menyelam dan snorkelling. Karena berada di Laut Jawa yang relatif tenang, banyak titik yang bisa dipakai sebagai tempat penyelaman dan snorkeling, antara lain pantai-pantai di pulau Menjangan Besar, Menjangan Kecil, Geleang, Bengkoang, Parang, Kembar, Katang, Krakal Kecil, dan pulau Kumbang. Perairan Karimunjawa kaya dengan keanekaragaman species langka, sisa-sisa kapal karam tempo dulu (seperti bangkai kapal Panama Indono yang tenggelam pada 1955) yang sudah di tumbuhi terumbu karang merupakan pemandangan yang menakjubkan disamping terumbu karangnya memang indah cocok untuk lokasi penyelaman (wreck diving).

Dengan alamnya yang indah dan relatif masih murni, Karimunjawa menawarkan daya tarik wisata alam yang indah, yaitu wisata bahari dan wisata petualangan alam. Selain alam yang indah, penduduk Karimunjawa yang multietnis membuat kawasan ini pun menarik untuk disimak berbagai keunikan budaya dan tradisinya. Wisata bahari menawarkan berbagai kegiatan wisata dan olahraga yang berhubungan dengan alam kepulauan Karimunjawa. Beberapa aktifitas wisata dan olahraga yang dapat dilakukan di kawasan ini adalah sebagai berikut :
 
Menyelam
Kegiatan ini dapat dilakukan di sebelah utara dan barat pulau Karimunjawa, sebelah timur pulau Menjangan Besar, sekitar pulau Menjangan Kecil, sebelah selatan dan barat pulau Geleang, sebelah barat pulau Bengkoang, sebelah barat pulau parang, sebelah timur pulau Kembar, sekitar pulau Katang, sebelah utara dan timur pulau Krakal Kecil, dan sebelah barat pulau Kumbang.
 
Snorkling
Aktifitas ini dapat dilakukan di pulau Menjangan Besar dan Menjangan Kecil, sebelah barat pulau Bengkoang, sekitar pulau Kembar, sebelah utara dan timur pulau Krakal Kecil.
 
Memancing
Memancing dapat dilakukan di sekitar pulau Menjangan Besar dan Kecil, pulau Menyawakan, pulau Tengah, pulau Kemujan, pulau Parang, sekitar pulau Kembar, dan sebelah barat pulau Bengkoang.

Berenang
Lokasi yang dapat dipakai untuk melakukan aktifitas ini antara lain di sebelah timur dan selatan pulau Karimunjawa, bagian selatan dan barat pulau Menjangan Kecil, bagian barat pulau Tengah, sekitar pulau Parang, pulau Kembar, dan pulau Kumbang.


 
Berjemur
Hampir seluruh pantai di kepulauan Karimunjawa berpasir putih dengan garis pantai yang cukup panjang. Kondisi ini menyebabkan kawasan pantai menjadi kawasan yang cocok untuk melakukan kegiatan berjemur (mandi matahari), bermain pasir, dan menyaksikan keindahan pemandangan matahari terbenam atau terbit.


 
 
 
Menjelajah laut
Bagi yang tidak dapat berenang dan menyelam, Karimunjawa menyediakan perahu yang bagian bawahnya terbuat dari kaca tembus pandang (glass bottom boat) yang disewakan pada pengunjung. Adanya bagian tembus pandang memungkinkan penumpang menikmati pemandangan dasar pantai tanpa harus menyelam. Pulau Menjangan Besar menyediakan fasilitas akuarium air laut. Pengunjung dapat menikmati keindahan berbagai spesies ikan hias di akuarium yang dibuat mirip dengan dasar laut yang sesungguhnya


Melihat akuarium air laut
Di pulau Menjangan Besar terdapat area yang memiliki fasilitas akuarium air laut. Di sini, kita dapat menikmati keindahan ikan hias dan kehidupan ikan hiu serta ikan-ikan lainnya dengan nuansa khas yang tidak dapat ditemui di tempat lain
 
Karimunjawa dapat dicapai dari Semarang lewat pelabuhan Tanjung Mas, dan dari Jepara lewat pelabuhan Kartini. Dari Semarang (pelabuhan Tanjung Mas) KMC Kartini I, berangkat setiap hari Sabtu, pukul 9.00 WIB dan Senin, pukul 7.00 WIB. Dari Jepara (pelabuhan Kartini) berangkat setiap hari Senin, pukul 10.00 WIB. Bila menggunakan KMP Muria, berangkat setiap hari Sabtu, pukul 9.00 WIB. dan Rabu, pukul 9.00 WIB. Sedangkan arus balik dari Karimunjawa, setiap hari Minggu, pukul 14.00 WIB dan setiap hari Selasa, pukul 9.00 WIB. Apabila menggunakan KMP Muria, berangkat setiap hari Senin dan Kamis, pukul 9.00 WIB. Perjalanan udara menuju Karimunjawa dapat ditempuh dari bandara Ahmad Yani, Semarang, dengan pesawat sewa jenis CASSA 212. Waktu tempuh kurang lebih 30 menit dari bandara Ahmad Yani ke lapangan udara Dewadaru, Karimunjawa. Ayooo...kunjungi dan lestarikan Karimunjawa!?

Pesona Pantai Kaimana "Kota Senja"

Bagi pencinta tembang lawas era 1970-an, tentunya lagu “Senja di Kaimana” yang dibawakan penyanyi Alfian sudah tak asing lagi di telinga. Lagu yang menceritakan tentang keindahan senja di Kaimana, Papua Barat itu membuat rasa penasaran siapa saja untuk menyaksikan langsung senja saat berada di Kaimana. Kota Kaimana adalah sebuah kota pemekaran baru di pantai selatan Tanah Papua. Kaimana dulunya adalah bagian dari pada Kabupate FakFak, namun pada tahun 2004 silam Kaimana di mekarkan menjadi sebuah daerah administratif sendiri. Kaimana memiliki luas wilayah 18.500 km² dan berpenduduk sebanyak 26.703 jiwa (2000). Kaimana memiliki begitu banyak potensi sumber daya alam. Yang paling membanggakan masyarakat kaimana adalah fenomena alam Kaimana pada saat senja. Begitu sangat indah sehingga kaimana dijuluki sebagai kota Senja. Kaimana selain dikenal karena senjanya yang indah, Kaimana juga di kenal sebagai Kerajaan Ikan, karena, memiliki 937 jenis ikan karang, termasuk 14-16 jenis baru dan endemis/khas Kaimana. Selain ikan, Kaimana juga memiliki sekitar 492 jenis karang, termasuk 6 jenis baru yang juga endemis Kaimana serta terdapat 27 jenis udang mantis, termasuk 3 spesies baru, 2 di antaranya endemis Kaimana. Hal lain yang menarik adalah, bahwa dalam waktu sekitar 3 hari menyelam, dapat menemukan 16 ekor penyu hijau, dan 14 ekor penyu sisik serta dapat melihat rata-rata 6 penyu bertelur dalam semalam.

Kota Kaimana, Papua Barat ternyata bukan hanya melegenda dengan lagunya “Senja Di Kaimana”. Keindahan lautnya menyimpan sejuta pesona dan tak akan bosan mata memandangnya. Objek wisatanya adalah Teluk Triton, Pasir putih Buruway serta satu yang tak kalah menarik adalah adanya situs kerangka Burung Garuda yang memiliki bentangan sayap sepanjang 6 meter, kerangka tersebut terletak di kampung Namatota. Dari Kota Kaimana untuk menuju Teluk Triton sangat mudah, hanya memerlukan waktu 1,5 jam. Bagi pencinta wisata bahari, perjalanan ini tentunya sangat menyenangkan melalui Tanjung Bicari yang bergelombang, Selat Erana yang saat ini lebih dikenal dengan nama Selat Namatota, karena di situ terdapat Pulau Namatota. Tampak sebuah gunung berbentuk ikan paus. Uniknya, pada stalaktit gunung itu terdapat lukisan–lukisan yang menggambarkan matahari, tangan manusia, dan juga tengkorak manusia. Oleh masyarakat di sini, tempat ini dianggap sakral dan mereka tidak tahu pasti kapan lukisan ini dibuat. Jadi pulau ini menyimpan banyak misteri. Tidak itu saja, setiap pukul 08.00-12.00, bila kondisi cuaca bagus dan laut dalam keadaan flat atau tenang, terdapat sekelompok ikan paus dan lumba-lumba asyik mencari makan dan mereka sangat aktif bermain bersama kelompoknya. Tempat ini dikatakan ‘restorannya’ ikan paus dan lumba–lumba, karena tempat ini adalah fishing bank (bank ikan-red). Di sini, wisatawan juga bisa melihat ikan mangiwang atau ikan yang lebih dikenal dengan nama hiu bodoh. Disebut hiu bodoh karena ikan ini hanya berjalan di atas pasir dengan siripnya dan makanannya hanya ebi (udang kecil).

Bagi penggemar diving dan snorkeling, tempat ini merupakan kawasan wisata yang menarik. Karang–karang di Teluk Triton ini terkenal dengan soft coral atau karang lunak. Berdasarkan hasil survei CI Kaimana, ditemukan 868 jenis ikan karang, termasuk 10-14 jenis baru (10-13 endemik). Keanekaragaman hayatinya dapat terlihat dari jenis ikan karang FakFak/Kaimana yang mencapai 959 spesies, bank heal seascape (BHS) sebanyak 1.323 spesies, termasuk 24 yang endemik. Jenis karang FakFak/Kaimana berjumlah 471 spesies, ditambah 16 spesies baru dan BHS 560 spesies. Jenis udang mantis FakFak/Kaimana ada 28 spesies dan BHS 57 spesies, termasuk delapan yang endemik, sedangkan berdasarkan coral reef fish diversity index, diprediksi ada sekitar 1.194 jenis ikan karang di areal Fakfak, Kaimana. Selain itu, juga ada 234 jenis ikan karang yang biasanya menjadi target foodfish, komersial maupun tradisional. Banyaknya biota laut dan jenis ikan ini membuat tempat ini juga sangat cocok untuk arena memancing. Teluk Triton bukan hanya menarik sebagai wisata bahari, tetapi juga wisata budaya perpaduan budaya lokal dan luar. Banyak cerita dan legenda yang bisa didapat di daerah ini, termasuk legenda tenggelamnya kapal China pada saat Dinasti Ming. Kapal Inggris juga dikabarkan pernah tenggelam di wilayah ini. Perjalanan lebih mengasyikkan jika melanjutkan ke Pulau Umbrom yang banyak pasir putihnya. Jadi bila ingin berenang, mampir saja di Pulau Umbrom. Untuk menjaga agar Teluk Triton dan laut di Perairan Kaimana tetap lestari dan menjadi objek wisata laut, Pemerintah Daerah (Pemda) Kaimana menetapkan luas wilayah laut 597.747 hektare yang dihitung sejauh empat mil laut dari garis pantai laut terluar sebagai Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD). Sebuah konsep tentang pemanfaatan laut yang teratur dan bertujuan untuk menjaga supaya kekayaan alam, terutama laut dan sekitarnya tetap lestari dan terjaga sampai generasi anak cucu kita nanti. Seperti slogan yang dicanangkan Kabupaten Kaimana untuk menjaga kekayaan alamnya, yakni kalo bukan kitong sapa lagi, kalo bukan sekarang kapan lagi?

Bila Anda ingin ke Kaimana dan ingin menyaksikan senja di sana, pemandangan sebelum matahari terbenam itu dapat Anda saksikan di daerah Coa pada bulan Agustus. Menurut warga Kaimana, pada bulan Agustus keindahan senjanya biasanya sangat fantastis, langit Kaimana akan berwarna merah. Uniknya, bentuk langitnya akan selalu berubah–ubah dan tidak terpaku pada satu bentuk dan warna saja. Mau percaya atau tidak, masyarakat Kaimana juga mempercayai sejumlah cerita, seperti cerita dari Pulau Aiduma, di mana setiap hari Jumat tepat pukul 11.00 selalu muncul serombongan ikan yang dipimpin ikan paus, kemudian diikuti lumba-lumba dan serombongan ikan lainnya. Mereka akan menuju Pulau Namatota. Dahulu ada Kerajaan Namatota yang penduduknya beragama Islam. Rombongan ikan itu menuju Pulau Namatota untuk mengambil air wudlu.

LET'S VISIT KAIMANA...!?

Pesona Pantai Tanjung Benoa

Tanjung Benoa yang terletak di ujung timur "sepatu" pulau Bali, merupakan salah satu tujuan wisata air yang cukup lengkap. Berbagai sarana olahraga air disediakan disini seperti, banana boat, snorkling, flying fish, parasailing, glassbottom dan jetski. Uniknya olahraga surfing yang banyak dijumpai di pantai-pantai lain dari pulau Bali, justru tidak tersedia di objek wisata ini, hal ini dikarenakan ombak yang ada dilokasi wisata ini cenderung tenang, sehingga kurang cocok untuk olahraga surfing. Berbagai permainan air tersebut biasanya dimulai sejak pukul 8 sampai pukul 12 siang. Setiap permainan akan dipandu oleh instruktur berpengalaman sehingga akan memberikan jaminan keselamatan dan kenyamanan bagi wisatawan.

Olahraga pertama yang menarik untuk dicoba adalah mengemudikan jetski, yaitu kendaraan motor air yang dikendarai layaknya sepeda motor. Instruktur biasanya akan mengendarai jetski dari pinggir pantai hingga ke tengah laut, baru kemudian wisatawan dapat mengambil alih kemudi jetski untuk mulai beraksi kebut-kebutan di tengah laut. Untuk menghindarai tabrakan atau kesalahan fatal lainnya, istruktur tetap akan mendampingi wisatawan dengan cara membonceng di belakang. Harga sewa jetski ini berkisar antara Rp150.000,00 hingga Rp200.000,00 per orang selama 15 menit.

Banana boat merupakan perahu karet tunggal berbentuk seperti pisang yang ditarik oleh speedboat untuk berkeliling pantai selama 15 menit. Bila ingin lebih seru, wisatawan dapat meminta kepada instruktur untuk mengarahkan banana boat melawan arus ombak, sehingga Anda dapat merasakan sensasi menerjang ombak bersama kawan atau keluarga. Ongkos yang harus dibayar untuk permainan ini adalah Rp75.000,00 hingga Rp110.000,00 per orang untuk satu kali permainan.

Ada juga permainan memakai payung parasut yang ditarik oleh sebuah kapal cepat (speedboat) yang disebut parasailing. Jika Anda ingin menjajal permainan ini, harga sewanya sekitar Rp90.000,00 hingga Rp135.000,00 tiap orang untuk sekali putaran (sekitar 4 menit di udara) mengitari kawasan pantai Tanjung Benoa. Dalam permainan ini, wisatawan yang telah menggunakan perlengkapan parasailing akan ditarik oleh speedboat dengan kecepatan tinggi sehingga akan melambung sampai ketinggian 50 meter di atas permukaan laut. Untuk mengurangi ketegangan, wisatawan dapat mengajak teman atau pasangan untuk bertandem menikmati sensasi layaknya penerjung payung.


Permainan yang relatif baru di Tanjung Benoa adalah flying fish. Bagi Anda yang suka permainan menantang, flying fish patut untuk dicoba. Lama permainan ini sekitar 15 menit dengan biaya Rp170.000 hingga Rp275.000,00. Terdiri dari sebuah perahu dari karet yang hanya berkapasitas dua orang dengan satu orang petugas yang duduk ditengah sebagai penyeimbang. Penumpang tidur terlentang diperahu yang kemudian ditarik dengan speedboat kecepatan tinggi. Akibatnya, perahu menjadi terangkat dan terbang diatas air pada ketinggian 10-15 meter. Selama berada diudara, petugas yang duduk ditengah akan berusaha menyeimbangkan perahu tersebut agar terhindar dari kemungkinan berputar atau terbaliknya perahu karena hembusan angin yang tentunya bisa berakibat fatal bagi pengguna. Mengingat terdapat tiga orang dalam perahu, terkadang bisa terjadi kasus dimana perahu karet tersebut tidak bisa terbang, karena dibutuhkan selain kecepatan speedboat yang tinggi juga hembusan angin yang cukup kuat untuk bisa menerbangkannya.

Cara lain untuk menikmati keindahan bawah laut Tanjung Benoa adalah dengan menaiki kapal yang telah dimodifikasi bagian bawahnya menggunakan kaca bening (glass bottom boat). Biasanya menaiki perahu glass bottom ini merupakan satu paket wisata menuju Pulau Penyu (Turtle Island). Dalam perjalanan menuju Pulau Penyu, wisatawan dapat melihat keanekaragaman hewan bawah laut melalui kaca bening seperti sedang melihat akuarium raksasa. Wisatawan juga dapat memberikan potongan roti sebagai makanan untuk bermain-main dengan ikan berwarna-warni tersebut. Tidak butuh waktu lama untuk menunggu ikan tersebut datang.

Disamping itu, apakah anda pernah membayangkan berjalan di bawah laut dan apa yang anda jumpai di sana? Apakah menyeramkan ? atau menyenangkan…? Sekarang anda bisa mencobanya juga disini! Anda akan berjalan di bawah laut dan menyaksikan segala bentuk kehidupan laut. Perjalanan ini akan mengantar anda untuk menyelam jauh ke bawah. SeaWalker adalah diving/menyelam dengan sistem unik , sampai ke kedalaman 15 kaki tanpa sertifikasi, dan tanpa rambut basah!!!! Peserta benar-benar berjalan di bawah air, disamping ikan laut dan kehidupan di sekelilingnya. Tentunya, anda bisa secara close-up melihat makhluk yang luar biasa dari bawah laut. Dengan kedalaman sekitar 5 Meter, bersamaan dengan wisatawan lain berjalan dibawah air bergandengan satu dengan yang lain dengan sebuah tongkat panjang stainless steel dibawah supervisi dua orang underwater guide. Sesaat kita berhenti untuk memberi makan ikan berbagai jenis dan warna sambil diabadikan oleh Camera Digital khusus bawah air. Suatu pengalaman yang tak terlupakan untuk melihat kekayaan alam dasar laut negeri tercinta kita. Tamu dengan masalah jantung atau paru-paru,obat, hamil, atau asma tidak diperkenankan menyelam. Disediakan pula kamera underwater/camera recorder dengan hasil maksimal, hanya US $ 8 per foto. Jika membawa kamera sendiri, pastikan kamera bisa menghasilkan gambar secara baik dan tahan di kedalaman hingga 8 meter. Batas umur: 10 tahun - 80 tahun.

Tanjung Benoa dapat ditempuh dengan perjalanan + 20 menit dari Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali dengan menggunakan taksi atau mobil sewaan. Dari obyek wisata lain, Tanjung Benoa dapat ditempuh sekitar 35 menit dari Pantai Kuta dan 10 menit dari pantai Sanur. Untuk keperluan transportasi menuju obyek-obyek wisata di Bali, wisatawan dapat memanfaatkan bus-bus pariwisata, agen perjalanan, taksi, maupun persewaan mobil dan motor, karena angkutan umum belum banyak tersedia.

Pesona Pulau Bunaken

Suka snorkeling dan diving?! Cobalah ke Bunaken. Kalau Anda baru dengar keindahannya dari cerita teman saja, rasanya belum lengkap. Soalnya kawasan konservasi laut yang sudah tersohor ini memang patut diselami  Bunaken adalah sebuah pulau seluas 8,08 km² di Teluk Manado, yang terletak di utara pulau Sulawesi, Indonesia. Pulau ini merupakan bagian dari kota Manado, ibu kota provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Pulau Bunaken dapat di tempuh dengan kapal cepat (speed boat) atau kapal sewaan dengan perjalanan sekitar 30 menit dari pelabuhan kota Manado. Di sekitar pulau Bunaken terdapat taman laut Bunaken yang merupakan bagian dari Taman Nasional Bunaken. Taman laut ini memiliki biodiversitas kelautan salah satu yang tertinggi di dunia. Selam scuba menarik banyak pengunjung ke pulau ini. Secara keseluruhan taman laut Bunaken meliputi area seluas 75.265 hektar dengan lima pulau yang berada di dalamnya, yakni Pulau Manado Tua, Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Mantehage berikut beberapa anak pulaunya, dan Pulau Naen. Meskipun meliputi area 75.265 hektar, lokasi penyelaman (diving) hanya terbatas di masing-masing pantai yang mengelilingi kelima pulau itu.


Taman laut Bunaken memiliki 20 titik penyelaman (dive spot) dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter. Dari 20 titik selam itu, 12 titik selam di antaranya berada di sekitar Pulau Bunaken. Dua belas titik penyelaman inilah yang paling kerap dikunjungi penyelam dan pecinta keindahan pemandangan bawah laut. Sebagian besar dari 12 titik penyelaman di Pulau Bunaken berjajar dari bagian tenggara hingga bagian barat laut pulau tersebut. Di wilayah inilah terdapat underwater great walls, yang disebut juga hanging walls, atau dinding-dinding karang raksasa yang berdiri vertikal dan melengkung ke atas. Dinding karang ini juga menjadi sumber makanan bagi ikan-ikan di perairan sekitar Pulau Bunaken. Tercatat 13 genera karang hidup di perairan Taman Nasional Bunaken, didominasi oleh jenis terumbu karang tepi dan terumbu karang penghalang. Yang paling menarik adalah tebing karang vertikal sampai sejauh 25-50 meter. Sekitar 91 jenis ikan terdapat di perairan Taman Nasional Bunaken, diantaranya ikan kuda gusumi (Hippocampus kuda), oci putih (Seriola rivoliana), lolosi ekor kuning (Lutjanus kasmira), goropa (Ephinephelus spilotoceps dan Pseudanthias hypselosoma), ila gasi (Scolopsis bilineatus), dan lain-lain. Jenis moluska seperti kima raksasa (Tridacna gigas), kepala kambing (Cassis cornuta), nautilus berongga (Nautilus pompillius), dan tunikates/ascidian. Musim kunjungan terbaik adalah bulan Mei s/d Agustus setiap tahunnya.


Permukaan air laut Bunaken jelang siang itu di penuhi puluhan manusia berkaki katak sedang mengapung dengan pelampung berwarna orange. Mereka ada yang berkelompok, tak sedikit pula yang menyendiri. Tujuan mereka sama, menikmati keindahan bawah laut lewat masker bersnorkel. Semakin siang, pengunjung yang datang semakin banyak. Ada yang menyewa speedboat, yacht, dan kapal kayu bermotor milik nelayan setempat. Bahkan beberapa orang sengaja ber-jetski. Mereka datang ditemani pemandu yang sebagian besar mengetahui titik-titik terbaik untuk bersnorkeling maupun diving. Bahkan para pemandunya juga ikut memandu pesertanya yang hendak bersnorkeling ke tempat yang indah dan aman.



Pesona Pantai Losari

Jika pada beberapa artikel sebelumnya pembahasan kita hanya tertuju pada wisata bawah laut, kini kami mengajak teman-teman untuk berwisata di pinggir laut (pantai). Siapa yang ingin ke Makassar? Jangan lewatkan ya wisata ke pantai Losari! Dijamin deh suasananya beda banget dari pantai-pantai pada umumnya.

Pantai Losari merupakan ikon kota Makassar yang berada tepat di jantung kota Makassar, yaitu di Jalan Penghibur, yang terletak di sebelah barat kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dulu, pantai ini pernah dijuluki sebagai pantai dengan meja terpanjang di dunia, karena warung-warung tenda berjejer di sepanjang tanggul pantai. Kini, warung-warung tersebut telah direlokasi ke sebuah tempat yang tidak jauh dari kawasan wisata. Pemerintah Kota Makassar telah mempercantik pantai ini dengan membuat anjungan seluas 100 ribu meter persegi, sehingga tampak lebih indah, bersih, bebas polusi dan nyaman untuk dikunjungi. Namun, ada satu yang cukup mengganggu yakni: pengamen. Banyak pengamen yang datang dan memaksa untuk bernyanyi dengan kata-kata sindiran agar para pengunjung mau memberi uang untuk mereka.

Waktu paling ideal mengunjungi pantai Losari adalah sore hari antara jam 15.00 hingga jam 21.00. Banyak yang datang kemari untuk duduk-duduk menikmati pantai yang bersih, jogging disepanjang pedestrian sejauh 500 m, atau makan di warung-warung yang telah di relokasi oleh Pemda setempat (di ujung paling selatan pantai). Tua muda akan datang kemari menikmati matahari terbenam disini sambil membeli makanan dari pedagang yang menjual aneka makanan mulai dari jajan ringan saja sekedar ganjal perut seperti bakso atau gorengan. Ada juga makanan khas Makasar atau aneka hidangan masakan laut dengan resep asli orang bugis. Jika suka jogging, tempat ini juga sangat ideal. Udara bersih dan angin bertiup tanpa henti, matahari yang merah keemasan menyapu wajah manusia yang duduk bibir pantai.

Pantai Losari memiliki keunikan dan keistimewaan yang sangat mempesona. Salah satu keunikannya adalah para pengunjung dapat menyaksikan terbit dan terbenamnya matahari di satu posisi yang sama. Keistimewaan obyek wisata ini adalah para pengunjung dapat menikmati indahnya deburan ombak yang memecah tanggul pantai dan kesejukan “anging mamiri” yang bertiup sepoi-sepoi, sambil menyaksikan detik-detik terbenamnya matahari secara utuh di balik cakrawala, yaitu mulai dari perubahan warna hingga pergeseran posisinya sampai benar-benar hilang dari pandangan. Para pengunjung juga dapat menikmati berbagai macam makanan laut yang masih segar. Di sebelah selatan anjungan Pantai Losari, terdapat sebuah kafe dan restoran terapung yang menggunakan kapal tradisional Bugis-Makassar “Phinisi” dengan menu bervariasi, seperti masakan ikan pari, cumi-cumi dan lobster dengan harga berkisar antara Rp 7.500,- hingga Rp 25.000,- per porsi. Di samping itu, para pengungjung dapat mencicipi berbagai jenis makanan khas Kota Makassar, seperti pisang epek, es pallu butung, pisang ijo, coto Makassar, sop konro, dan lain-lain. Keistimewaan lainnya adalah para pengunjung dapat mengakses internet secara gratis melalui hot spot di sepanjang Pantai Losari.

Pantai Losari merupakan tempat rekreasi cuma-cuma (gratis) bagi masyarakat umum. Dari pelabuhan Sukarno Hatta Makassar, pantai ini dapat ditempuh sekitar 15 menit dengan mobil atau motor. Jika berangkat dari Bandara Udara Hasanuddin, dapat ditempuh sekitar 45 menit dengan menggunakan mobil atau motor. Di sekitar obyek wisata tersedia berbagai jenis kendaraan, seperti: bus, taksi, dan becak yang siap mengantar para pengunjung berkeliling menikmati suasana Kota Makassar. Di sepanjang Jalan Penghibur juga tersedia fasilitas penginapan mulai dari wisma hingga hotel berbintang antara lain Hotel MGM, Hotel Losari Beach, Hotel Quality, Hotel Aryadutta, dan Hotel Aston. Untuk mid budget traveller, bisa pilih Hotel Losari Beach, atau agak masuk sedikit kedalam jalan Joseph Latumahina, ada hotel kecil yang nyaman yakni Hotel Kenari, restoran, kafe, rumah sakit, warung kopi, dan berbagai tempat hiburan lainnya, dan semuanya menghadap ke arah laut lepas. Di jalan Somba Opu, tidak jauh dari obyek wisata, terdapat pusat perbelanjaan kerajinan emas dan souvenir khas Kota Makasar.

Pesona Pantai Tanjung Kalayang

Masih ingat film Laskar Pelangi?! Ini dia nih salah satu tempat pembuatan film tersebut!?
Pantai Tanjung Kalayang terletak di Kecamatan Sijuk dan berjarak sekitar 27 Km dari Tanjung Pandan ibukota Kabupaten Belitung. Pantai ini memiliki pesisir sepanjang kurang lebih 1,5 Km dengan lebar pantai ± 7 M pada saat pasang tertinggi dan ± 10 M pada saat pasang terendah. Pantai Tanjung Kelayang meliputi area seluas 60 Hektar. Tanjung Kelayang memiliki karakteristik pantai berpasir putih dan laut biru yang tenang dengan panorama pohon kelapa di sepanjang pesisirnya. Karakter pantai yang sungguh cocok untuk berenang atau berjemur diantara bebatuan granit yang tersusun menakjubkan. Bagi Anda yang hobi fotografi, Tanjung Kelayang adalah tempat yang pas untuk memuaskan hobi anda.

Pantai Tanjung Kelayang memang eksotis. Pantas saja pantai ini sering menjadi lokasi sail internasional dan nasional. Pantai ini telah tertata dengan terdapat rumah makan, cottage dan tempat-tempat duduk bagi pengunjung yang datang ke pantai ini. Saat memandang pantai, terdapat pulau yang jaraknya cukup dekat yang sangat eksotis. Selain itu tampak diantara lautan yang luas, menyembul batu-batu granit berukuran raksasa. Diantaranya ada yang disebut Pulau Burung karena ada batu yang bentuknya seperti kepala burung. Konon ceritanya, nama ”kelayang” diambil dari nama burung yang banyak terdapat di pantai ini. Selain itu, tampak pula Pulau Lengkuas dengan ciri khasnya terdapat mercusuar.

Dari Tanjung Kelayang terhampar pantai pasir putih sejauh kurang lebih 4km sampai ke Tanjung Tinggi. Pantai sebelah Timur adalah tempat yang baik untuk berenang, karena permukaan dasar pantai jernih dan berpasir putih. Tempat ini juga baik jika anda ingin bermain di tepi pantai karena permukaan pantai yang lebar. Pantai sebelah Timur adalah pintu masuk Tanjung Kelayang, di sini hanya ada pasir putih, tidak ada granit di pantai. Dari sana pengunjung biasanya berjalan sepanjang pantai kurang lebih 300m ke arah Utara, dimana bisa ditemukan bebatuan granit, tersebar sepanjang ujung semenanjung dan juga di permukaan laut. Salah satunya yang berbentuk seperti burung kelayang tadi.

Sementara itu pantai sisi Barat memiliki pemandangan berbeda. Panjang pantai tidak sepanjang sisi Timur karena di sisi Barat terdapat lebih banyak batu-batu granit. Pemandangan unit dari pantai sisi Barat adalah 3 pulau kecil, kira-kira 300m dari bibir pantai. Dikombinasikan dengan bebatuan granit besar yang tersebar di permukaan laut, pemandangan di sisi Barat menjadi lebih menarik, terutama pada saat matahari terbenam. Tempat terbaik untuk menikmati pemandangan pantai sisi Barat adalah dari puncak batu-batu granit di area ujung dari semenanjung.

Tempat ketiga yang indah untuk dilihat adalah dari villa, kira-kira 500m dari arah ujung semenanjung Tanjung Kelayang. Tempat ini seperti sebuah surga yang hilang, meskipun semuanya adalah kombinasi dari bebatuan granit seperti tempat-tempat lainnya. Yang menjadi istimewa, adalah pemandangan yang unik dan berbeda dari tempat lainnya.

Jika anda tertarik untuk berkunjung ke pulau-pulau kecil di sekitar pantai Tanjung Kelayang, di sekitar pantai terdapat banyak perahu nelayan yang bisa disewa. Dengan jarak yang begitu dekat dari pantai, perjalanan dengan perahu kurang lebih 10 menit dan anda bisa berjalan mengitari pulau-pulau yang tidak berpenghuni itu karena sepanjang pulau dikelilingi oleh pasir putih. Jangan lupa membawa persediaan minum yang banyak karena tidak ada air minum di pulau-pulau tersebut.

Berlawanan dengan cerita indah diatas, anda akan menemukan sebuah resort yang belum selesai dibangun dan terbengkalai tepat di tengah semenanjung Tanjung Kelayang. Proyek ini terabaikan oleh pemiliknya sejak beberapa tahun silam. Ini adalah penyebab utama kenapa Tanjung Kelayang tidak lagi se-populer Tanjung Tinggi meskipun sebenarnya memiliki panorama yang lebih indah dari Tanjung Tinggi.