Saturday, October 29, 2011

Perjalanan Spermatozoa

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين, وصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :

Perjalanan Sperma Ke Dalam RahimSelama persetubuhan seksual, 250 juta sperma terpancar dari si laki-laki pada satu waktu. Sperma-sperma melakukan perjalanan 5-menit yang sulit di tubuh si ibu sampai menuju sel telur. Hanya seribu dari 250 juta sperma yang berhasil mencapai sel telur. Sel telur, yang berukuran setengah dari sebutir garam, hanya akan membolehkan masuk satu sperma. Artinya, bahan manusia bukan mani seluruhnya, melainkan hanya sebagian kecil darinya. Ini dijelaskan dalam Al-Qur'an :


أَيَحْسَبُ الْإِنْسَانُ أَنْ يُتْرَكَ سُدًى # أَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِنْ مَنِيٍّ يُمْنَى


Perjalanan Sperma Ke Dalam Rahim"Apakah manusia mengira akan dibiarkan tak terurus? Bukankah ia hanya setitik mani yang dipancarkan?" (QS al-Qiyamah : 36-37)


Seperti yang telah kita amati, Al-Qur'an memberi tahu kita bahwa manusia tidak terbuat dari mani selengkapnya, tetapi hanya bagian kecil darinya. Bahwa tekanan khusus dalam pernyataan ini mengumumkan suatu fakta yang baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern itu merupakan bukti bahwa pernyataan tersebut berasal dari Ilahi.


Dari keseluruhan sperma berjumlah sekitar 250 juta yang dipancarkan dari tubuh pria, hanya sedikit sekali yang berhasil mencapai sel telur. Sperma yang akan membuahi sel telur hanyalah satu dari seribu sperma yang mampu bertahan hidup. Fakta bahwa manusia tidak diciptakan dengan menggunakan keseluruhan air mani, tapi hanya sebagian kecil darinya, dinyatakan dalam Al Qur'an dengan ungkapan, "setetes mani yang ditumpahkan".


Wallahu a`lam.


Tuesday, October 18, 2011

Kisah Seekor Anak Singa

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين, والصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :
 
"Saatnya kita menjadi Macan"

Suatu hari di sebuah hutan belantara, terdapatlah seekor induk singa yang mati dan seekor anak singa yang masih kecil. Tak` berapa lama terdapatlah rombongan sekawanan kambing melewati tempat tersebut. Mendapati seekor anak singa yang sedang menangis kelaparan, Sang induk kambing pun merasa kasihan. Kemudian diajaklah Sang anak singa tersebut masuk ke dalam rombongan sekawanan kambing tersebut. 
Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun. Sang induk kambing telah mengasuh dan membesarkannya. Sang anak singa pun sudah menganggap sang induk kambing sebagai induknya. 
Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa Sang anak singa telah tumbuh berkembang dan menjadi besar. Suatu hari terjadilah kegaduhan, tiba-tiba muncul seekor srigala yang sedang memangsa sekawanan anak kambing. Melihat anak-anaknya di mangsa, Sang induk kambing menyuruh Sang anak singa menghadapinya.
 
“Kamu adalah anak singa…Tunjukkan raunganmu.., niscaya dia akan ketakutan dan lari terbirit-birit melihatmu..!!.”Kata Sang induk kambing dengan nada memerintah. Mendengar Sang induk memerintah, dengan penuh rasa takut, Sang anak singa maju menghadapi seekor srigala tersebut. Melihat seekor anak singa di sana, ciutlah nyali Sang srigala. Dia berfikir inilah akhir hidupnya. Dengan penuh semangat Sang anak singa mengaum dan menyeruduk sebagaimana ciri khas Sang kambing. Tetapi yang keluar dari mulutnya, bukanlah suara khas auman Sang singa, akan tetapi yang keluar justru suara khas auman Sang kambing; Mbeeeeeeekkk……..!!. 
Melihat hal itu, dengan penuh kelicikan Sang srigala menyadari bahwa, yang ada didepannya adalah seekor anak singa yang bermental kambing. Dengan cepat sang srigala berkelit menghindar dari serudukan Sang anak singa. Dan menghadiahi sebuah cakaran ke punggung Sang anak singa. Dengan mengeluh kesakitan Sang anak singa bersembunyi di belakang punggung Sang induk kambing. Dengan tawa penuh kemenangan Sang srigala pergi dengan membawa seekor anak kambing. Dengan geram dan penuh amarah Sang induk kambing menyalahkan Sang anak singa. “Harusnya kamu bisa menyelamatkan saudaramu..dan mengusir srigala tersebut..!!.”Teriak Sang induk kambing dengan mata menyala-nyala. Dengan penuh kebingungan dan muka tertunduk Sang anak singa terdiam. Dia bingung, karena tidak mengerti maksud perkataan induknya. Sebab selama ini dia di didik dan dibesarkan layaknya seekor anak kambing, yaitu mengembik dan menyeruduk. Keesokan harinya, Sang srigala datang lagi, guna untuk memangsa gerombolan sekawanan kambing lagi. Ketika Sang srigala hendak mencabik dan memangsa seekor anak kambing, tiba-tiba datanglah Sang singa jantan yang hendak mencari mangsa juga. Kontan saja seluruh gerombolan sekawanan kambing, Sang srigala, serta Sang anak singa, ketakutan dan lari terbirit-birit berusaha untuk menyelamatkan diri. 
Melihat ada seekor anak singa yang juga lari terbirit-birit, Sang singa jantan tentu merasa heran. Dia kejar kemana larinya Sang anak singa. Sehingga mangsa yang sudah di depan matanya menjadi terlupakan. “Hei.. tungguuu…..!!.”Teriak Sang singa jantan sambil berlari mengejar Sang anak singa. “Jangan bunuh aku…tolong…Jangan bunuh aku…!!.” Teriak Sang anak singa dengan memelas, setelah dia tertangkap oleh Sang singa jantan. “Tenang..aku tidak akan membunuhmu…aku tidak akan membunuh anak singa..!!.” teriak Sang singa jantan sambil memberikan penjelasan. “Sunguah..??.” Kata Sang anak singa dengan nada tidak percaya. “Ya…aku tidak akan membunuhmu…aku tidak pernah membunuh anak singa..!!.”Teriak Sang singa jantan memberikan penjelasan kepada Sang anak singa. “Kamu adalah anak singa…!!. “Kata Sang singa jantan memberikan penjelasan. “Aku..?? anak singa…??.”Tanya Sang anak singa dengan nada heran. “Ya..!! kamu adalah anak singa..Sang raja hutan..!!.” Jawab Sang singa jantan dengan meyakinkan. “Coba tengok ke dalam air danau itu..!!.”Suruh Sang singa jantan kepada Sang anak singa. “Wajah dan rupa kita sama..!!.”teriak Sang anak singa dengan nada gembira. “Sini..!! akan kuajari kau cara mengaum dan bergaya layaknya seekor singa..!!.”Perintah Sang singa jantan sambil mengajari Sang anak singa mengaum dan bergaya. Dengan dada tegap dan kepala di angkat ke atas, Sang anak singa mulai mengaum dengan sekeras-kerasnya. Terdengarlah suara auman Sang anak singa ke seluruh pelosok hutan. Sang srigala yang mendengar suara auman Sang anak singa tersebut semakin ketakutan dan lari terbirit-birit keluar hutan.

Saturday, October 15, 2011

Geliat Islam di Paris

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين, والصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :
 
Sebelum memulai Salat Jumat, gulungan tikar diikat dengan tali yang disandarkan pada tiang trotoar. Pengeras suara menyiarkan lantunan doa-doa ke jalan. Ketika Salat Jumat dimulai, jalanan tumpah ruah oleh jamaah. Itu adalah adegan khas setiap Jumat di Masjid Al-Fath, Paris. Adegan yang terus terjadi setiap pekan ini telah menjadi simbol dalam perdebatan sengit atas upaya mendamaikan Islam dengan tradisi sekuler Prancis. Dari 2.000 masjid dan ruangan salat di Prancis, jamaah membludak hanya terjadi di Paris dan Marseille.

Di balik pelarangan jilbab (termasuk juga cadar) di wilayah umum, maraknya bar-bar di jalanan, dan terutama negara yang kuat akan sekularismenya, Prancis adalah rumah untuk Muslim terbesar di Eropa. Partai UMP, yang merupakan kendaraan Nicolas Sarkozy untuk jadi presiden, meningkatkan suhu dengan mengadakan debat kontroversial tentang hal ini. Partai ini mengutak-atik hukum tahun 1905 untuk membuat 26 langkah yang dinilai terus mempersempit ruang gerak orang-orang Islam di Prancis. Jean-François Copé, pemimpin UMP, mengatakan dia menanggapi berbagai masalah, untuk guru atau dokter, yang terus diremehkan oleh kaum elit Paris.

Dia mengundang perwakilan dari agama-agama lain dalam perdebatan. Dia ingin menegaskan kembali prinsip-prinsip sekuler untuk mengirim pesan kepada golongan Islam. Namun, pihak lain memandang wacana perdebatan itu sebagai upaya untuk menstigmatisasi umat Islam untuk tujuan pemilu, karena masalahnya hanya melulu menyentil Islam. Mohammed Moussaoui, kepala Dewan Prancis untuk Agama Islam, menolak untuk bergabung dengan debat UMP. Bahkan François Fillon, perdana menteri, memboikot debat ini. UMP terbagi atas seberapa jauh menekan masalah ini. Banyak orang lebih suka berbicara hal-hal yang lebih mendesak seperti pekerjaan. Lainnya mengatakan bahwa mereka tidak bisa meninggalkan lapangan untuk Marine Le Pen, pemimpin sayap kanan Front Nasional, yang telah membandingkan jamaah Salat Jumat di Paris dengan zaman pendudukan Nazi. Beberapa jajak pendapat menunjukkan ia bisa mengalahkan Sarkozy dalam putaran pertama pemilihan presiden tahun depan. Sarkozy, tentu saja mendukung perdebatan dan tampaknya akan terus menyimpannya sebagai berita utama. Awal tahun ini dia mengatakan multikulturalisme telah "gagal", bahwa imigran perlu untuk "bersikap cair" di masyarakat Prancis, dan bahwa "kami tidak ingin (melihat) pelaksanaan Salat Jumat doa di jalanan di Prancis." Kembali ke jalanan Paris No 18 itu—yang dipakai untuk melakukan Salat Jumat—tidak jauh dari jalanan Montmartre, prinsip-prinsip sekuler Prancis tampak lebih rapi dalam teori daripada praktek. Setiap Jumat, polisi mengizinkan jalan-jalan ditutup untuk Salat Jumat di luar ruangan. Mereka bahkan berdiri sebagai petugas resmi yang memasang tali pembatas untuk pejalan kaki dan para jamaah. Beberapa warga melihat ini sebagai provokasi. Daniel Vaillant, seorang Sosialis lokal, menyebutnya pragmatis. "Ada pelanggaran yang lebih buruk daripada jalan di sini, seperti pelacuran atau narkoba," katanya. "Saya menentang pelaksanaan Salat Jumat di jalan, tapi saya juga tidak setuju jika hanya melarang mereka tanpa memberikan solusi." Balai kota Prancis melihat Salat Jumat sebagai masalah kapasitas yang temporer.

Dua masjid lokal yang ada sangat jauh dan memakan waktu yang lama untuk para jamaah jika harus melaju ke sana. Sebenarnya pemerintah daerah dan kota telah menghabiskan € 22m ($ 32m) untuk membangun sebuah pusat budaya baru Islam di dua lokasi, dengan ruang untuk konser dan pameran. Asosiasi Muslim akan menggunakan keuangan swasta untuk membeli ruangan yang akan digunakan sebagai mushola. Kaum puritan Prancis, terus melihat hal ini sebagai pelanggaran langsung. Untuk balai kota, sebaliknya hal ini merupakan harapan terbaik untuk memecahkan masalah dengan damai, meskipun satu masjid belum terdaftar. Seperti di kota-kota Prancis lainnya, di mana pemerintah mengatur ritual selama Idul Fitri atau pemakaman Muslim di pemakaman umum, fleksibilitas lokal tampaknya merupakan kemenangan atas teori nasional Prancis yang kaku. Ketika pusat-pusat Islam yang baru siap dalam satu atau dua tahun, Vaillant berjanji, "tidak akan ada lagi Salat Jumat di jalanan, dan mereka akan memberikan ruang publik kembali kepada warga." Semoga!