Wednesday, November 9, 2011

Pesona Sunset Pantai Kuta Bali

Pantai Kuta adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak di sebelah selatan Denpasar, ibu kota Bali, Indonesia. Kuta terletak di Kabupaten Badung. Daerah ini merupakan sebuah tujuan wisata turis mancanegara, dan telah menjadi objek wisata andalan Pulau Bali sejak awal 70-an. Pantai Kuta sering pula disebut sebagai pantai matahari terbenam (sunset beach) sebagai lawan dari pantai Sanur.



Di Kuta terdapat banyak pertokoan, restoran dan tempat pemandian serta menjemur diri. Selain keindahan pantainya, pantai Kuta juga menawarkan berbagai macam jenis hiburan lain misalnya bar dan restoran di sepanjang pantai menuju pantai Legian. Rosovivo, Ocean Beach Club, dan Kamasutra, adalah beberapa club paling ramai di sepanjang pantai Kuta. Pantai ini juga memiliki ombak yang cukup bagus untuk olahraga selancar (surfing), terutama bagi peselancar pemula. Selain itu, pengunjung juga bisa bermain sepakbola, bermain layang-layang, sekedar rebahan di pasir pantainya yang hangat, atau cuci mata menyaksikan para turis bule berjemur. Apabila tertarik dengan layanan kuncir rambut atau pembuatan tato sementara, itu juga bisa didapat di pantai ini. Lapangan Udara I Gusti Ngurah Rai terletak tidak jauh dari Kuta.


Kuta yang terletak di bagian selatan pulau Bali, merupakan salah satu cikal bakal perkembangan pariwisata Bali. Dulunya tempat ini merupakan perkampungan nelayan Bali dan seiring berkembangnya pariwisata Indonesia dan Bali khususnya, penduduk lokal mulai menyewakan rumah pribadi untuk disewakan sebagai tempat penginapan. Sekarang kawasan Kuta telah berkembang menjadi ikon pariwisata Bali atau lebih dikenal dengan sebutan International city karena merupakan tempat bertemunya wisatawan dari seluruh dunia dan juga wisatawan lokal. Atraksi lain yang bisa dinikmati di Kuta diantaranya Waterbom Bali dan Bali Slingshot.


Kuta mulai dikenal ketika para pedagang dari Denmark membuka kantor perwakilan dagang disini. Hubungan dagang yang terjalin antara perwakilan dagang tersebut dengan penduduk pribumi asli kemudian berkembang dengan sangat pesat. Baru mulai pada tahun 1930 sepasang suami istri asal California Amerika sangat terkesan dengan keindahan pantai Kuta yang waktu itu sama sekali belum terjamah campur tangan manusia, alias masih alami. Kuta Beach Hotel adalah hotel pertama yang berdiri di kawasan ini, namun sayang harus ditutup karena tentara Jepang menyerbu pulau Bali pada waktu itu. Pada tahun 1960 ketika banyak turis Australia yang harus singgah di Bali untuk perjalanan ke Eropa, Kuta mulai semakin dikenal kembali. Dalam perkembangannya, area Kuta semakin menarik kunjungan para wisatawan tidak hanya dari Australia, namun juga dari berbagai belahan dunia yang lain.

Dengan cepat berdirilah berbagai hotel di sepanjang kawasan pantai Kuta. Biasanya hotel-hotel dikawasan ini bertaraf internasional atau setidaknya sebuah grup hotel internasional. Berawal dari awal ujung pantai Kuta terdapat Inna Kuta Beach Hotel, Hard Rock Hotel, Mercure Hotel, dll. Juga berdiri sebuah penginapan yang sangat nyaman bergaya butik resort yaitu Alam KulKul Boutique and Resort. Waktu paling ramai di kawasan pantai Kuta adalah di sore hari atau sewaktu matahari terbenam (sunset). Semua turis mancanegara ataupun lokal berkumpul menjadi satu disini. Apalagi ada momen-momen khusus di dalam negeri seperti liburan sekolah, liburan Lebaran Idul Fitri atau liburan tahun baru, bisa dipastikan keramaian itu semakin menjadi.



Pantai Kuta juga menjadi habitat penyu. Dalam sejarahnya hampir seluruh pantai di Bali dulunya adalah tempat pendaratan penyu. Seiring dengan perjalanan sang waktu, kini hanya tertinggal beberapa tempat saja yang dikunjungi penyu untuk bertelur, dan salah satunya adalah Pantai Kuta. Kini Pantai Kuta bukan hanya ramai dikunjungi wisatawan namun juga ramai dikunjungi penyu untuk bertelur. Penyu yang mendarat di Pantai kuta adalah jenis penyu lekang (Lepidochelys olivacea). Pada tahun 2002 telah dilepas 85 ekor anak penyu ke laut. Dan kini kami masih menunggu ratusan telur penyu yang belum menetas.


Untuk menyelamatkan penyu yang mendarat di Pantai Kuta, Satuan Tugas (satgas) Pantai Kuta bekerja sama dengan ProFauna Bali office membuat program penyelamatan penyu di Pantai Kuta. Program yang dimulai sejak tahun 2002 ini meliputi perlindungan telur-telur penyu dan pelepasan anak penyu (tukik) kembali ke laut. Bersama Satgas Pantai Kuta dan BKSDA Bali, ProFauna juga memasang papan-papan peringatan di beberapa pantai di Bali yang menjadi tempat pendaratan penyu. ProFauna juga mengadakan pelatihan tentang pengelolaan dan penyelamatan penyu bagi Satgas Pantai Kuta. Kemudian pada tahun 2003, Humane Society International ikut mendukung program perlindungan penyu di Kuta ini.


Meski Bali dikenal sebagai pusat pembantaian penyu (terpusat di Tanjung Benoa), dengan program perlindungan penyu di Kuta bersama masyarakat ini, ProFauna berharap ada sisi lain (yang positif) di Bali tentang perlindungan penyu. Program di Kuta ini juga sekaligus menepis anggapan bahwa semua masyarakat Bali gemar mengkonsumsi daging penyu. Masih banyak masyarakat Bali yang peduli pelestarian penyu, seperti masyarakat Kuta yang dipelopori Satgas Pantai Kuta ini. Tanpa bayaran, mereka bekerja dengan sepenuh hati untuk melindungi penyu yang mendarat di Pantai Kuta. Dan yang terpenting program pelepasan penyu di kuta ini sama sekali tidak ada unsur komersilnya!.
Sumber : www.wikipedia.org

No comments: