Showing posts with label Zionisme. Show all posts
Showing posts with label Zionisme. Show all posts

Sunday, November 6, 2011

Ancaman Lobi Yahudi Terhadap Kemenangan An Nahdlah

Pada awal tahun 1994,sekelompok kecil 'think tank' Islam yang berafiliasi dengan University of South Florida (USF), merencanakan menjadi tuan rumah forum bersifat akademik dari Rashid Ghannoushi, pemimpin partai oposisi utama di Tunisia, An-Nahdhah.
Tujuan dari acara tahunan ini adalah memberikan kesempatan bagi akademisi dan intelektual Barat, yang merupakan kesempatan langka, terlibat dengan seorang pemimpin Islam yang berorientasi intelektual dan politik, di mana pada saat itu wacana politik didominasi oleh Samuel Huntington, yang banyak membicarakan tentang thesis konflik peradaban.
Rashid Ghannoushi dapat memberikan pandangan-pandangan yang bersifat akademik kepada para 'think-thank' Barat, yang berkumpul di University of South Florida (USF). Tidak banyak kalangan akademisi dari dunia Islam, yang begitu saja dapat diterima kalangan Barat. Ghannoushi memiliki kemampuan dan referensi yang memadai berbicara di depan kalangan akademisi Barat.
Tetapi, kegiatan yang akan mengundang dan menghadirkan Rashid Ghannoushi itu mendaptkan tantangan yang sangat kuat dari Lobi Yahudi di Amerika dan kalangan Sayap Kanan, yang sangat membenci terhadap Islam. Kelompok pro-Israel dan pendukungnya yang dipimpin oleh Martin Kramer, Daniel Pipes, Steven Emerson, kepala B'nai B'rith lokal, dan seorang wartawan untuk koran Sayap Kanan setempat, mulai kampanye terkoordinasi mendiskreditkan acara dan menakut-nakuti universitas.
Menurut Arthur Lowrie, mantan pejabat di sebuah Departemen yang menjadi dosen di USF pada saat itu, kelompok lobi Yahudi terkemuka di Amerika, AIPAC dan kelompok pro Israel lainnya, melakukan tekanan yang besar pada Departemen Luar Negeri Amerika Serikat untuk membatalkan visa Ghannoushi, dua minggu setelah visa itu dikeluarkan oleh fihak Kedutaan Amerika di London. Lobi Yahudi tidak menginginkan kehadiran Ghannoushi ke Amerika Serikat.
Akibatnya Universitas South of Florida (USF) harus membatalkan acara itu. Meskipun, protes keras oleh lebih dari dua lusin dari ilmuwan dan akademisi di USF. Akibatnya, pertemuan yang sangat berharga antara intelektual Barat dan pembuat opini di satu sisi, dan tokoh utama dari dunia Islam, terhambat dan gagal, karena agenda dan kepentingan Lobi Yahudi begitu kuat mempengaruhi pemerintah Amerika, sampai dapat mengggagalkan acara yang sangat penting itu.
Episode ini yang terjadi University of Suoth Florida (USF) itu, selanjutnya berpengaruh terhadap gerakan anti-intelektual dalam tahun-tahun berikutnya yang berusaha untuk membatasi kelompok-kelompok dan tokoh Islam untuk berkontribusi pada dialog nasional, terutama pasca 9 / 11. Semua yang berbau Islam di Barat, terutama di Amerika Serikat, sekarang selalu dicurigai dan diawasi serta dibatasi oleh pemerintah, bersamaan dengan kampanye yang begitu intensif dari Lobi Yahudi.
Sejak tahun 1994, pemerintah Amerika Serikat belum pernah mengeluarkan visa bagi Ghannoushi memasuki Amerika Serikat. Meskipun dia telah berkunjung ke negara itu beberapa kali pada akhir 1980-an dan awal 1990-an.
Pada saat itu, ia tinggal di Inggris setelah diberikan suaka politik dan dibersihkan oleh pemerintah Inggris dari setiap hubungan dengan kekerasan. Dia juga memenangkan gugatan pencemaran nama baiknya di Inggris terhadap loyalis rezim Gadddafi yang menuduhnya mengobarkan kekerasan dan perselisihan di dalamnya Tunisia.
Semua tuduhan dari rezim Zine Al Abidin ben Ali, tidak pernah terbukti. Maka, pemimpin An-Nahdhah yang mendaptkan suaka politik selama 20 tahun, tetap aman, dan pemerintah Inggris tidak pernah mau mendengar desakan dari rezim Tunisia.
Tujuh belas kemudian, sejak tahun l994, di Tunisia lahir kembali kekuatan politik yang berorientasi Islam, dipimpin Ghannoushi, yaitu Partai An-Nahdhah, dan memenangkan pemilu di Tunisia dengan 42 persen suara.
An-Nahdhah dan Ghannoushi menerima tiga kali lilpat kursi di parlemen, dan sebagai fihak pemenang dalam pemilu pertama di Tunisia, pasca rezim Zine al-Abidin. An-Nahdhah banyak mendapatkan pujian oleh semua pihak yang relevan dan pengamat internasional sebagai pemilu yang demokratis, bebas, adil, dan transparan.
Rashid Ghannoushi merupakan tokoh Ikhwan dan pendiri Ikhwan di Tunisia, sejak tahun pertama di negeri tepian Laut Mediterinian, dan tokoh dan pemimpin An-Nahdhah, orang pertama dari kalangan akademisi di Tunis, yang menyambut seruan dakwah yang diserukan oleh Ikhwan. Ghannoushi, yang masuk ke dalam Jamaah Ikhwanul Muslimin di masa Jamaah Ikhwan di pimpin oleh Mursyid 'Aam Makmun Hudaibi, pemimpin yang kedua, sesudah Hasan al-Banna.
Keberadaan Partai An-Annahdhah memiliki akar yang dalam pada kehidupan rakyat Tunisia, yang tidak dapat dihilangkan oleh Habib Bourguiba dan Zine al-Abidin ben Ali bagitu saja. Dua rezim sebelumnya Habib Bourguiba dan Zine al-Abidin, yang begitu massive melakukan sekulerisasi dan penghancuran terhadap Islam dan para aktivis Islam, akhirnya harus pergi.
Kekuatan sekuleris di Tunisia mendapatkan dukungan dari Lobi Yahudi di Amerika Serikat, yang tidak menginginkan tumbuhnya Islam politik di Tunisia. Apalagi, selama beberapa dekade minoritas Yahudi selalu dapat menyetir pemerintahan sekuler sejak sebelum merdeka sampai Bourguiba dan Zine al-Abidin ben Ali, dan mereka ingin terus berusaha menyetir pemerintahan yang baru.
Mereka membuat isu yang sangat negatif, terhadp Partai An-Nahdhah, yang mereka katakan sebagi perpanjangan tangan al-Alqaidah. Sehari, selepas pengumuman kemenangan An-Nahdhah, yang mendapatkan suara 42 persen, langsung kelompok-kelompok sekuler di Tunisia melakukan aksi anarki, dan pembakaran.
Minoritas Yahudi yang jumlahnya mencapai 5000 orang itu, menuntut jaminan keamanan dari pemerintah yang baru. Sebelumnya, Israel telah melakukan misi penyelamatan terhadap minoritas Yahudi di Tunisia, dan membawa mereka ke Israel.
Sekarang, Islam dan kaum Muslimin memulai lagi kehidupan baru bersamaan dengan perginya para tiran dari Tunisia. Islam tidak pernah memberikan kesempatan secara terus menerus bercokolnya para tiran di negeri-negeri Islam, karena hakekatnya Islam menolak dengan sangat keras para tiran.
Di dalam surah An-Nahl ayat 36, Allah Ta'ala ber firman : "Sesungguhnya Allah Rabbul Alamin mengutus para rasul pada setiap umat untuk mengajak beribadah (menyembah) hanya kepada Allah, dan menjauhi thogut".
Dua thogut yang menghancurkkan Tunisia, dan kaki tangan Yahudi dan Nasrani telah pergi selama-lamanya dari bumi Tunisia, dan sekarang terbitlah cahaya Islam, menggantikan kegelapan di bumi Islam Tunisia. Semoga. (al-afghan)

Zionis - Israel Akan Membakar Habis Timur Tengah

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan membakar kawasan Timur Tengah dengan melakukan serangan militer terhadap fasilitas nuklir Iran.
Netanyahu telah mendapatkan dukungan Knesset (Parlemen) Israel, dan partai-partai yang menjadi pendukung koalisinya.
Serangan menciptakan badai kekerasan di seluruh kawasan Mediterania.Teheran mengancam membalas terhadap Israel dan Amerika Serikat. Benarkah Iran melakukan balasan?
Pers Israel mengangkat pernyataan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menjadi berita utama di semua media Israel, rencana militer terhadap program nuklir Iran.
Beberapa wartawan Israel yang sangat terkemuka melaporkan bahwa Perdana Menteri Benyamin Netanyahu, dan Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak, mendorong kabinetnya mendukung serangan terhadap Iran.
Serangan Israel terhadap Iran bisa menciptakan badai kekerasan dari Mediterania sampai ke negara-negara Teluk, dan ini berisiko bagi ribuan tentara dan diplomat Amerika.
Hari ini Israel melakukan uji coba salah satu rudal jelajah yang memiliki jangkauan sampai ke Teheran. Ini benar-benar menciptakan ketegangan yang luas.
Berita rencana Netanyahu akan melakukan serangan terhadap Iran itu, sudah beredar di media sejak Kamis lalu. Di mana sebuah artikel mengklaim bahwa Netanyahu dan Ehud Barak mendorong serangan terhadap Iran musim gugur ini.
Wartawan yang menulis berita itu, Nahum Barnea, adalah salah satu wartawan Israel yang terkemuka dan sangat dihormati.
Selanjutnya, media-media di Israel lebih memfokuskan perhatian pada latihan Angkatan Udara Israel, yang melakukan latihan besar-besaran pada akhir Oktober yang lalu, di di pulau Sardinia Italia.
Di mana IAF (Israeli Air Forces) melakukan simulasi pemboman dengan menggunakan pesawat tempur Belanda, Italia, dan Jerman. Sekarang Israel melakukan uji coba kemampuan rudal jelajahnya dari Yerikho, yang dapat mencapai target seluruh Iran.
Iran, sangat memperhatikan langkah-langkah dengan seksama apa yang sedang direncanakan Israel.
Pemimpin tertinggi militer Iran militer telah memperingatkan minggu ini bahwa serangan Israel terhadap Iran akan mendapat balasan yang begitu hebat, dan akan menghancurkan seluruh Israel, dan bahkan Iran akan menjadikan seluruh kepentingan Amerika Serikat di Timur Tengah akan ikut menjadi sasaran serangan.
Teheran percaya Israel hanya akan menyerang Iran dengan lampu hijau Amerika. Sejak IAF menggunakan jet tempur yang dilengkapi dengan rudal jelajah, dan dipasok Amerika Serikat, Iran sangat yakin, serangan terhadap fasilitas nuklir negaranya merupakan konspirasi antara Israel dan Amerika Serikat.
Iran telah bersumpah bersama dengan sekutu-sekutunya bersumpah akan menghadapi dengan segala resiko perang total melawan Israel dan Amerika di kawasan Timur Tengah. Sekutu-sekutu Iran di kawasan Timur Tengah, terutama Suriah dan Hizbullah, pasti akan digunakannya untuk menghantam semua kepentingan Israel dan Amerika Serikat di kawasan itu.
Bila perang meletus antara Israel dan Iran, maka implikasi seluruh negara di kawasan itu, pasti akan terseret ke dalam kancah perang.
Ketegangan antara Israel, Amerika dan Iran, muncul setelah adanya usaha pembunuhan terhadp duta besar Arab Saudi di Washington.
Sementara itu, Hizbullah dituduh ikut membunuh mantan perdana menteri Libanon Rafiq Hariri pada tahun 2005.
Ketegangan yang sangat memuncak itu, karena Arab Saudi yang dikipasi oleh Israel, merasa sangat paranoid dengan fasilitas nuklir Iran.
Ini semua jebakan Zionis-Israel, yang tujuan membawa negara-negara Arab ke kancah perang, dan menyelamatkan negaranya, khususnya ancaman Palestina, yang hari-hari ini terus berjuang ingin mendapatkan kemerdekaan melalui lembaga multilateral, PBB.
Padahal, berdasarkan laporan dari IAEA (Badan Pengawas Atom Internasional), yang baru dikeluarkan menunjukkan Iran, belum sampai ke tingkat memiliki kemampuan membuat senjata nuklir.
Kemampuan Iran untuk membalas serangan terhadap Israel dan Amerika Serikat sangat besar. Serangan Israel terhadap Iran juga dapat mendorong mereka sekutu Syiah di Irak menyerang pasukan Amerika, yang akan meninggalkan Irak sebelum akhir tahun.
Serangan itu bisa terjadi terhadap para diplomat Amerika yang tinggal di negara-negara Arab. Tindakan Israel itu, semakin memperbesar dan memperluas kekuatan "Taliban" di seluruh kawasan Timur Tengah, dan akan menciptakan situasi yang sangat kacau dan penuh dengan kekerasan.
Kekuatan-kekuatan dari kelompok-kelompok bersenjata yang sekarang ini sedang "tidur" bisa bangkit dan bersama-sama melakukan serangan seraca total terhadap seluruh kepentingan Amerika Serikat danIsrael di seluruh Timur Tengah.
Akar kebencian dan permusuhan terhadap Israel dan Amerika Serikat di kawasan itu, sudah sangat menggelegak, dan serangan Israel itu menjadi pemicu perang total di seluruh Timur Tengah.
Serangan Israel terhadap Iran, bahkan dapat berdampak terhadap keselamatan pasukan NATO di Afghanistan. Pasukan Italia di Afghanistan sangat rentan, karena mereka berada di dekat perbatasan Iran di Herat.
Namun pangkalan Amerika di seluruh negeri akan lebih beresiko, dan akan menjadi target serangan kekuatan-kekuatan yang sekarang ini sudah bersiap-siap berperang melawan Israel dan Amerika Serikat.
Pangkalan militer AS di negara-negara Teluk, termasuk Kuwait, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Oman, akan berada dalam jangkauan rudal Iran dan teroris. Hizbullah dan Iran memiliki rencana kontingensi untuk menyerang target-target diplomatik dan Amerika lainnya di seluruh Eropa, Afrika, dan Asia.
Iran dan sekutu-sekutunya juga bisa menyerang ke Israel. Hizbullah pada tahun 2006 membuktikan hal itu dapat mengubah utara Israel menjadi sebuah zona perang, memaksa Israel melakukan evakuasi penduduk di wilayah Haifa dan kota-kota lain, yang dapat dijangkau oleh rudal Hisbullah.
Sekarang Hisbullah memiliki rudal yang dapat mencapai Tel Aviv. Rudal Iran dapat menargetkan Tel Aviv. Dan Suriah memiliki rudal berhulu ledak kimia.
Tentu saja, Israel akan mengggunakan seluruh kemampuan arsenal senjatanya, termasuk senjata nuklir yang dimilikinya. Ehud Barak pernah memperingatkan Saddam Hussein di tahun 1990, jika Irak menembakkan senjata kimia di Israel, dia harus melihat arlojinya, karena dalam waktu kurang dari satu jam Baghdad akan habis dengan serangan rudal jelajah yang ditembakan dari Yerikho.
Tidak ada satupun kekuatan yang dapat mencegah perang total, ketika Israel melakukan serangan terhadap Iran, tidak memiliki dampak seluruh kawasan. Seluruh kekuatan di Timur Tengah sekarang sedang fokus terhadap gerak-gerik Israel.
Israel yang sudah terkepung oleh negara-negara Arab di sekelilingnya, akibat revolusi yang berdampak terjadinya pergantian rezim, dan sekarang akibat perubahan itu, tidak ada satupun rezim Arab, yang sudi menjadi kaki tangan Israel.
Dengan menyerang Iran itu, Israel berharap akan membelah dunia Arab, dan memporak-porandakan tatanan baru, yang sekarang bangkit, khususnya dari kalangan Islamis.
Arab Saudi yang paranoid terhadp Iran, mungkin akan dimanfaatkan oleh Israel dan Amerika Serikat untuk membelah kekuatan dunia Arab dan Islam. (al-afghan)

Twitter dan Facebook Digunakan Sebagai Alat Mata-Mata Bagi CIA

Sekitar dua-pertiga dari laporan intelijen yang dikirim ke Washington dibuat oleh analis Central Intelligence Agency (CIA) yang memonitor jutaan pesan individu yang dikirim ke seluruh dunia setiap hari melalui jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter.
Menurut direktur CIA Open Source Center (OSC) Doug Naquin, sebuah tim dari “vengeful librarians” memiliki tugas mengkaji jaringan dan outlet media yang terbuka yang dibuat oleh individu-individu di seluruh dunia, Associated Press melaporkan.
Media sosial seperti Facebook, Twitter, saluran berita TV, chat room internet, stasiun radio lokal, dan surat kabar dipantau ketat, dalam rangka untuk menarik gambar semi-realistis dari "suasana wilayah" pada waktu tertentu yang penting untuk Amerika Serikat.
Naquin mengatakan bahwa setiap bahasa tertentu, terlepas dari signifikansi, diawasi dengan erat oleh analis. Mereka kemudian mereferensi silang dengan koran lokal atau bahkan "percakapan telepon terputus secara sembunyi-sembunyi."
Sebagai contoh, proses semacam itu dilakukan setelah operasi militer AS yang menewaskan mantan pemimpin al-Qaidah Usamah bin Ladin di Pakistan pada Mei lalu, dalam rangka untuk membiarkan Washington memberikan opini pada publik dunia.
Analis juga melakukan upaya untuk memprediksi serangkaian peristiwa yang menyebabkan pemberontakan di Timur Tengah atau negara-negara Afrika Utara.
Fasilitas ini awalnya didirikan sebagai respon terhadap rekomendasi oleh Komisi 9 / 11, dimaksudkan untuk fokus pada kontra-terorisme dan kontra-proliferasi. Namun, lembaga ini akhirnya bergeser fokusnya ke media sosial selama kerusuhan di Republik Iran setelah pemilu presiden 2009.
Sebagian besar dari ratusan pusat analis berbasis di negara bagian AS Virginia, meskipun banyak tersebar di seluruh kedutaan besar AS di seluruh dunia.
Menurut Naquin, laporan mereka hampir setiap hari, dalam satu atau dengan lain cara sampai ke briefing intelijen harian Presiden AS Barack Obama.
Situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter juga memainkan peran penting, memungkinkan analis untuk memantau dengan cepat kerusuhan seperti yang terjadi di Bangkok tahun lalu.
Beberapa minggu setelah serangan terhadap Pakistan, saat Obama menyampaikan pidato pada urusan Timur Tengah, analis mencatat tanggapan negatif dari Turki, Mesir, Yaman, Aljazair, Teluk Persia, dan Israel, berdasarkan laporan dari Twitter.(fq/prtv)

Freeport, Papua Dan Bayang-bayang Zionis

Beberapa minggu terakhir ini, publik dikejutkan dengan beberapa isu menarik di sekitar Papua dan perusahaan tambang emas Yahudi Amerika terbesar di dunia, Freeport. Sayangnya, tidak banyak yang melihat isu-isu yang berkembang tersebut sebagai satu kesatuan yang utuh. Melainkan, hanya potongan-potongan mozaik yang multi tafsir.
Beberapa isu yang mencuat belakangan terakhir tentang Freeport, Papua, dan Organisasi Papua Merdeka atau OPM antara lain, bentrokan aparat dengan pegawai Freeport yang berdemo, bentrokan aparat di acara kongres OPM, terbunuhnya Kapolsek Mulia oleh orang tak dikenal, dan paling akhir, skandal bantuan pendanaan operasi keamanan oleh Freeport kepada aparat kepolisian.
Jika penggalan isu ini dilihat dari sisi yang berserakan, terlihat seperti isu biasa. Dan anehnya, kalau isu itu suatu hal yang biasa sebagaimana yang pernah beberapa kali terjadi sebelum ini, kenapa orang sekaliber menteri pertahanan Amerika buru-buru datang ke Indonesia. Dan tak lama lagi, Presiden Obama pun dikabarkan akan menemui SBY dan jajarannya di Bali. Ada apa sebenarnya?

Freeport dan Sejarah Rezim Penguasa di Indonesia

Untuk bisa melihat fenomena besar yang terjadi di Papua, sulit menangkap secara utuh apa sebenarnya yang terjadi jika tidak melihat rangkaian perjalanan perusahaan tambang asing pertama di Indonesia, Freeport.
Bisa dibilang, Amerika sudah membidik gunung Ertsberg di Timika Papua jauh sebelum Indonesia merdeka. Sejak tahun 1936, telah berlangsung ekspedisi Colijn yang akhirnya menemukan Ertsberg. Butuh sekitar 24 tahun bagi Amerika untuk meneliti temuan tim ekspedisi ini tentang adanya kandungan emas yang luar biasa.
Pada tahun 1960, ekspedisi lanjutan pun dilakukan dan dipimpin langsung oleh tim dari Freeport yang dikomandani Forbes Wilson dan Del Flint untuk memastikan kedahsyatan nilai kekayaan yang dikandung Ertsberg.
Untuk memuluskan langkah menguasai Ertsberg, Amerika bahkan mengkhianati sekutunya Belanda untuk memaksa negeri kincir angin itu menyerahkan Papua Barat kepada Indonesia. Boleh jadi, Amerika menilai akan lebih mudah bernegosiasi dengan penguasa Indonesia yang dinilai belum melek sumber daya alam daripada penjajah Belanda yang sama rakusnya dengan Amerika.
Ternyata, dugaan Amerika salah. Setelah pada tahun 1963 terjadi serah terima Nederlands Nieuw-Guinea dari pihak Belanda ke PBB yang kemudian menyerahkan kepada Indonesia, rencana tambang Freeport Amerika ternyata terganjal oleh kebijakan rezim Soekarno.
Butuh dua tahun bagi Amerika untuk menyingkirkan Soekarno dari kursi kekuasaan di Indonesia. Pada tahun 1965, Soekarno terguling dan digantikan Soeharto dengan rezim Orde Barunya yang efektif mulai berlangsung pada tahun 1966.
Kebijakan ekonomi apa yang pertama kali dilakukan rezim baru Soeharto? Hanya beberapa bulan setelah dilantik menjadi presiden, Soeharto mengundang Freeport untuk membicarakan kontrak pertambangan di Ertsberg. Pada tahun 1967 itu, keluar kebijakan pertama tentang pertambangan di Indonesia. Yaitu, UU no. 1/1967. Bahwa PT Freeport sebagai kontraktor ekslusif yang berhak melakukan pertambangan di Ertsberg selama masa 30 tahun dengan luas areal tambang sekitar 10 kilometer persegi.
Nasib Soeharto pun ternyata tak jauh beda dengan Soekarno. Karena setelah usai 30 tahun kontrak dengan PT Freeport yang jatuh pada tahun 1997, posisinya berada di ambang kejatuhan. Beberapa bulan setelah itu, Soeharto tumbang dan berganti dengan rezim Reformasi.
Sulit membuktikan apakah ada hubungan yang erat antara kejatuhan rezim Orde Baru Soeharto dengan selesainya masa kontrak pertambangan antara Indonesia dengan Freeport. Tapi, waktunya begitu berhimpitan dan sulit untuk tidak mengatakan adanya keterkaitan dengan manuver Amerika di Indonesia.
Awalnya, orde Reformasi seperti berputar-putar di antara kelompok reformis dan Islamis yang tentunya tidak diinginkan Amerika. Butuh beberapa tahun buat Amerika untuk memantapkan penguasa baru yang benar-benar berpihak pada Amerika dan Freeport. Pada tahun 2004, SBY pun terpilih dengan kemenangan yang begitu fantastis. Dan jauh lebih fantastis lagi di pemilu berikutnya di tahun 2009 yang mencapai 70-an persen.
Semua misteri tentang kecurigaan adanya kecurangan pemilu dan teknologi komputerisasi seperti terkubur dengan aneka isu yang terus-menerus dan sistematis muncul dan tenggelam. Kemungkinan munculnya kekuatan Islam pun sedemikian rapinya dikelola untuk tidak akan menang. Dan kalau pun akhirnya muncul, sulit mendapat dukungan. Isu terorisme yang menyimpan misteri soal bahan baku dan pembuatnya seperti begitu meyakinkan tidak akan adanya kekuatan Islam yang didukung masyarakat. Karena masyarakat dibuat trauma dan takut dengan sosok Islamis.

Babak Baru ‘Permainan’ Amerika di Papua

Dalam tiga bulan terakhir ini, US House of Representatives, telah mengagendakan agar DPR Amerika tersebut mengeluarkan rancangan FOREIGN RELATION AUTHORIZATION ACT (FRAA) yang secara spesifik memuat referensi khusus mengenai Papua. Dengan kata lain, Amerika akan memainkan kartu terakhir berupa kemerdekaan Papua untuk mengamankan kepentingannya di Freeport.
Yang menarik, pemrakarsa RUU tersebut berasal dari Partai Demokrat Amerika yang saat ini memimpin kebijakan Amerika, termasuk di Papua. Pertanyaannya, apakah Amerika merasa cukup dengan peran SBY yang boleh jadi dinilai lemah melindungi Freeport?
Jika dihubungkan dengan munculnya RUU tersebut, boleh jadi, Amerika akan mengarahkan operasi intelijennya ke target kemerdekaan buat Papua. Dengan begitu, segala hal yang terjadi belakangan ini di Papua merupakan prakondisi menuju ke arah itu.
Bocoran tentang dana Freeport yang mengalir ke aparat keamanan yang totalnya sekitar 791 milyar rupiah sejak tahun 2001, bisa jadi bagian dari prakondisi itu. Efek dari bocoran tersebut tidak bisa dibilang ringan kepada prajurit di lapangan yang berhadapan langsung dengan kondisi Papua. Dengan kata lain, akan ada krisis kepercayaan antara aparat di lapangan dengan yang dipusat.
Kalau soal pendanaan ini dikaitkan dengan sektor lain selain keamanan, cakupan pertanyaannya akan meluas. Berapa dana Freeport untuk lingkungan yang disetor ke pusat? Begitu pun dengan dana-dana lain yang semuanya kembali ke pusat. Krisis kepercayaan ini akan menyulut kemarahan massif antara aparat keamanan dan birokrat lokal Papua dengan pemerintah pusat. Dan kemarahan rakyat Papua secara umum tentu sudah hampir pasti akan terjadi.
Di lain sisi, pamor SBY yang terus melorot akhir-akhir ini seperti dijadikan momentum untuk membebaskan Papua dari ketidakadilan pemerintah pusat yang terus dirasakan rakyat Papua hingga kini.
Jika benar menurunnya pamor SBY sebagai momentum manuver Amerika di Papua, paling lambat, ada dua tahunan lebih untuk memunculkan Papua merdeka sampai pemilu 2014 mendatang. Benarkah arah ‘permainannya’ ke situ? Waktulah yang kelak akan menceritakan. Mnh/berbagai sumber.

Saturday, November 5, 2011

Rahasia Sejarah Amerika

Rahasia Sejarah Amerika

Ada rahasia besar yang tersembunyi rapat-rapat, selama berabad-abad, tentang Amerika Serikat. Rahasia itu tersimpan rapi di dalam simbol kenegaraan, simbol pemerintahan, desain arsitektur kota, rancang bangun gedung-gedung penting, patung-patung, monumen, pilar dan obelisk, mata uang dollar, bahkan juga di dalam logo perusahaan dan sebagainya. Tidak hanya berupa simbol namun juga angka-angka dan ukuran.
Simbol-simbol tersebut memiliki kesamaan bahasa dengan banyak simbol yang terserak di seantero Eropa, seperti yang terpahat di Rosslyn Chapel, Edinburg-Skotlandia, serta Magdala Church di Rennes Le Chateau Perancis Selatan. Pesan-pesannya serupa dengan pesan yang hendak disampaikan ribuan simbol yang terpahat di dalam piramida-piramida besar para Pharaoh di Mesir.
Inilah rahasia para Geometrian, para pemeluk keyakinan purba Kabbalah, yang selalu mendekat dengan perjalanan para Nabi dan utusan Allah, namun selalu mengambil posisi berseberangan. Perjalanan ini, awal sejarah ini, tidak dimulai di bumi, melainkan di atas sana tatkala Iblis menggoda Siti Hawa agar membujuk Adam memakan buah khuldi. Atas pelanggaran terhadap larangan Allah ini, Adam dan Hawa diperintahkan turun ke bumi. Iblis diam-diam menyusul keduanya ke bumi dalam bentuk ular dan hingga akhir zaman senantiasa menyelewengkan umat manusia, anak cucu Adam-Hawa, dari ketauhidan. Para pengikut iblis, The Brotherhood of Snake (The Secret Society, J. Robinson), dalam perjalanannya mewujud dalam kelompok Kabbalah dan kemudian sekarang ini kita kenal dengan istilah yang sangat popular: Zionisme. Kelompok ini memiliki kitab suci iblis bernama Talmud.
Lantas, apa hubungannya dengan Amerika? Inilah menariknya. Tidak banyak orang di muka bumi ini yang mencermati sejarah dalam perspektif ideologis. Padahal, jatuh bangunnya sebuah peradaban, berdiri atau hancurnya sebuah negara, dimulai atau berakhirnya sebuah peperangan, senantiasa berangkat dari sisi yang teramat halus ini.
Yang dimaksud bukanlah ideologi yang lazim kita kenal di bangku-bangku sekolah seperti nasionalisme, fasisme, komunisme, dan sebagainya, namun ideologi purba yang menjadi musuh bebuyutan para utusan Tuhan. Sejak Nabi Adam a.s. hingga Muhammad Rasulullah SAW. Ideologi yang tidak berubah sejak Allah SWT menurunkan Adam a.s. dan Hawa ke bumi hingga kita menghirup nafas di hari ini. Ideologi itu hanya dua: ketauhidan dan anti –thesisnya, syirik.
 
Para peneliti kelompok Kabbalah menemukan fakta bahwa kelompok pengikut iblis ini senantiasa mencari pusat-pusat peradaban dunia dan mempergunakannya sebagai pusat aktivitas kelompoknya. Mereka pernah bermarkas besar di Mesir tatkala Firaun bertahta, dan menjadi ideolog bagi Firaun. Mereka juga pernah mendekati Vatikan lewat Peter The Hermit dan Godfroy de Bouillon yang kemudian meletuskan Perang Salib yang berkepanjangan. Mereka kemudian bermarkas di Yerusalem ketika Tanah Suci itu jatuh ke tangan pasukan salib, bahkan berhasil mendudukan salah seorang tokohnya bernama Guy de Lusignan sebagai King of Jerusalem.
Tatkala Salahuddin al-Ayyubi membebaskan Yerusalem di tahun 1187, mereka pun terusir dari Yerusalem. Ordo Sion dengan Ksatria Templarnya gagal meneruskan misi rahasia menggali tanah di bawah kompleks Masjidil Aqsha guna mencari The Solomon Treasure, Harta Karun Nabi Sulaiman. Selepas dari Yerusalem, pengikut iblis ini bersarang di Perancis Selatan dan dari sana menaklukkan Eropa, menyusup kembali ke Gereja, dan menguasai pusat-pusat peradaban Eropa seperti di Inggris dan Perancis.
Ketika Eropa sudah takluk, mereka lirik sebuah daratan teramat luas yang kemudian dinamakan Amerika. Colombus, seorang menantu dari tokoh pelarian Templar dan juga anggota dari Knight of Christ, kelompok persaudaraan Templar di Italia-Spanyol- Portugis, berlayar untuk menaklukkan benua tersebut dengan didanai dan membawa orang-orang Yahudi yang melarikan diri dari Dewan Inkuisisi yang digelar Raja Ferdinand dari Spanyol. Amerika pun berhasil direbut dengan mengusir dan membantai suku Indian, penduduk pribumi tanah itu. Gaya penaklukan dan perampasan daratan ini diulang kembali oleh orang-orang Yahudi tatkala merampas Tanah Palestina yang dimulai sejak Deklarasi Balfour dan berlangsung hingga detik ini.
 
Mereka membangun Amerika Serikat. Cetak biru negara besar ini memang dipersembahkan bagi penggenapan cita-cita kelompok Kabbalah di akhir zaman, para pengikut iblis, seperti yang tertera dalam simbol negaranya yang berbunyi “Novus Ordo Seclorum” (bahasa latin yang berarti The New World Order, Tata Dunia Baru), di mana Amerika akan dijadikan adi daya dunia yang berhak melakukan apa saja demi melaksanakan kepentingannya.
Amerika merupakan pusat komando kelompok iblis tersebut, guna mempersiapkan Tanah Suci Yerusalem sebagai rumah abadi bagi datangnya kembali King of Israel di akhir zaman, yang menurut mereka akan mengembalikan orang-orang Yahudi sebagai bangsa terpilih. Ada syarat-syarat tertentu, dalam keyakinan Talmudian, agar Raja Israel bisa datang kembali. Amerika adalah Israel besar, dan Israel adalah Amerika kecil. Keduanya sama dan sebangun serta memiliki kepentingan yang sama persis.
Dalam menguasai Amerika, kelompok ini sebagaimana dalam perjalanan sepanjang sejarahnya—tidak melakukannya secara terang-terangan. Mereka melakukan pengelabuan terhadap orang-orang Eropa non-Yahudi agar juga datang ke daratan baru ini dan bersama-sama membangunnya. Mereka memanfaatkan dan menunggangi orang-orang Eropa non-Yahudi ini hingga sekarang.
Seorang dari mereka bernama Henry Ford, salah seorang perintis usaha otomotif Amerika, menyatakan, “Andai saja rakyat Amerika mengetahui bagaimana sejarah uang (dollar), maka esok paginya saya yakin akan timbul revolusi besar di Amerika Serikat!”
Henry Ford merupakan salah seorang tokoh, garda terdepan di Amerika, yang dengan berani dan tegas menyuarakan kebusukan orang-orang Yahudi di dunia. Walau pernah mengalami upaya percobaan pembunuhan yang dirancang oleh Zionis-Yahudi, walau selamat, keberanian seorang Henry Ford tidaklah surut. Ia kemudian menulis buku kecil yang menelanjangi konspirasi Yahudi Internasional di Amerika dan dunia berjudul “The International Jew” (1977).
Upaya Henry Ford merupakan kelanjutan dari peringatan Benjamin Franklin, seorang Mason yang telah sadar, tentang bahaya orang-orang Yahudi di Amerika (The Franklin Prophecies).
Perlahan tapi pasti, tirai dan kabut tebal yang menyelimuti sisi gelap Amerika akan terbuka. Rahasia besar yang selama berabad-abad berusaha ditutupi dengan amat rapat oleh para pemuja iblis akan terbongkar jua.

Brotherhood of The Snake

Brotherhood of the Snake

Kelompok Persaudaraan Ular ini oleh para sejarawan Barat sendiri diyakini berada di balik rezim-rezim besar penentang para Nabi Allah SWT. Mereka inilah para pendeta tertinggi Amon yang berada di balik kekuasaan represif Fir’aun, mereka pula yang membunuh para Nabi Allah, mereka inilah yang menghasut Herodes agar mengejar Nabi Isa a.s., mereka pula yang menghasut Paus Urbanus II agar mengibarkan bendera perang salib, mereka pula yang mendirikan Ordo Sion, Knights Templar, Freemasonry, dan sekarang mengejawantah dalam gerakan Zionisme, di mana kitab setan yang bernama Talmud menjadi kitab suci mereka.

Pernahkah Anda memikirkan gerangan apa yang menyebabkan suku-suku dan bangsa-bangsa kuno yang tersebar di berbagai pelosok dunia, berjauhan jarak beda benua, dipisahkan samudera raya, di saat listrik belum ditemukan, belum ada teve, radio, apalagi internet dan satelit, namun mereka yang tersebar tersebut telah memiliki ritual dan ‘tuhan’ yang nyaris sama? Mereka menyembah tuhan yang semuanya bercirikan api, tentunya dengan berbagai nama dan simbol, namun pada hakikatnya adalah satu. Mari kita simak beberapa contoh kecil dari peradaban kuno dunia yang terserak di berbagai belahan bumi:
-Di Irak sejarah mencatat seorang raja pertama di bumi yang bernama Namrudz (atau Nimrodz). Selain raja pertama, sejarah juga mencatat Namrudz sebagai manusia pertama yang melakukan incest dengan mengawini ibu kandungnya yang bernama Semiramis. Di zaman kekuasaan Namrudz inilah lagi-lagi sejarah mencatat dibentuknya institusi kepolisian yang diperintahkan oleh Namrudz untuk memata-matai Nabi Ibrahim as. Raja yang bertahta di Babylonia ini masih keturunan dari Nabi Nuh a.s. dari Kusy.
Dalam zamannya, penyembahan terhadap matahari merupakan salah satu ritual penting. Ritual Namrudz inilah yang diadopsi menjadi ritual bangsa pagan Roma Kuno dan berabad kemudian diadopsi jadi penyembahan Dewa Matahari yang dilakukan setiap 25 Desember. Hari penyembahan Dewa Matahari (The Sun of God) dilakukan setiap hari Minggu (Sun-Day) disebut sebagai Kebaktian. Inilah cikal bakal kebaktian dari umat kristiani.
-Di Persia, hidup pula kaum Majusi yang dikenal sebagai suatu kaum penyembah Api (Zoroasterian), yang disimbolkan sebagai Tuhan Matahari (Ahuramazda).
"Sisa-sia peninggalan Raja Namrudz"
-Bangsa Yunani kuno (Greek) memiliki banyak dewa-dewi seperti halnya bangsa pagan Roma. Salah satu dewanya adalah Dewa Matahari yang juga disebut Helios. Bahkan untuk berkhidmat kepada dewa ini, dibangun sebuah kota yang dinamakan sebagai Heliopolis (Kota Cahaya).
"Ilustrasi Helios, dewa matahari"
-Bangsa pagan Roma mengenal Dewa Mithra (Mithraisme) sebagai Dewa Matahari, yang merupakan pengaruh dari ritual Persia.
-Di Mesir berkuasa Dinasti Pharaoh atau Fir’aun. Di Mesir kuno, kita akan melihat banyak sekali kemiripan pola ritual dengan Raja Namrudz yang banyak memiliki ritual penyembahan terhadap Tuhan Matahari. Fir’aun sendiri menyebut dirinya sebagai Raja Cahaya. Di Mesir ini, Dewa Matahari disebut sebagai Ra.
-Di Amerika Selatan yang ribuan mil jauhnya dari Jazirah Arab dan Persia, suku Inca, suku Maya, dan suku Aztec, mereka semua juga memiliki ritual penyembahan terhadap Dewa Matahari terdapat Kuil Matahari. Suku Inca menyebut Dewa Matahari dengan istilah Inti, suku Aztec menamakannya Virachocha, dan suku Maya menamakan Dewa Matahari dengan sebutan Kukulchan.
Karena banyaknya kemiripan ritual-ritual di ketiga suku besar Amerika Selatan ini dengan ritual Mesir kuno, seperti membangun piramida, pembalseman mayat raja dan pangeran menjadi mumi, dan juga penyembahan terhadap Dewa Matahari, maka banyak sejarawan menganggap ada orang dari Mesir Kuno yang pernah berkunjung ke Amerika Selatan. Hal ini masih sebatas dugaan.
"Piramid suku Aztec, dibuat untuk memuja dewa matahari"
-Bangsa Jepang sampai sekarang masih menganut agama Sinto yang inti ritualnya merupakan penyembahan terhadap Dewa Matahari, Amaterasu. Di saat Jepang masih menjajah Indonesia dalam Perang Dunia II, tiap pagi saat matahari terbit rakyat Indonesia dipaksa untuk menghadapkan badan ke arah matahari terbit dan membungkukkan badannya untuk menghormati Dewa Mataharinya Nippon.
-Kaum Syirian (Suriah) kuno juga mengenal Dewa Matahari yang disebutnya Adonis dan Atis.
-Di India, masyarakatnya sampai sekarang masih mempercayai Dewa-Dewi yang disebutnya Btara dan Btari. Salah satunya adalah Btara Indra atau juga disebut Btara Surya yang merupakan Dewa Matahari.
"Kuil tempat penyembahab Dewa Matahari di Peru"
Belum ada satu pun sejarawan yang berhasil menemukan jawaban mengapa semua bangsa kuno ini memiliki ritual penyembahan terhadap sesuatu yang bercirikan api. Yang ada baru sebatas dugaan-dugaan. Kebanyakan anggapan menyebutkan jika sejak dulu manusia telah menganggap terang atau cahaya (yang berasal dari api) sebagai zat yang bisa menolong mereka, kebalikan dari gelap yang diasosiasikan sebagai kekuatan jahat yang harus dihindari dan diperangi. Sebab itu mereka menyembah api. Ini tentu baru dugaan sederhana.

Tentara Iblis
Karena peradaban umat manusia berawal dari Tanah Arab dan sekitarnya, maka penelusuran yang bijak tentang asal-muasal ritual tersebut di atas juga harus dilacak dari wilayah ini.
Di muka telah disebutkan jika Adam-Hawa diikuti iblis turun ke bumi. Adam dan Hawa bertemu dan beranak-pinak. Sedangkan Iblis terus menghasut anak cucu Adam agar mau dijadikan bala-tentaranya yang memiliki satu tujuan: memalingkan manusia dari ketauhidan.
Disebabkan ritual kelompok iblis ini senantiasa mempergunakan simbol ular, maka sejarawan J. Robinson yang banyak melakukan penelusuran tentang kelompok-kelompok rahasia kuno menyebut kelompok ini sebagai Brotherhood of the Snake atau Kelompok Persaudaraan Ular.
Maka sejarah akan selalu dihiasi dengan konflik dan peperangan antara kelompok yang menyerukan ketauhidan dengan kelompok yang berusaha menentangnya. Antara al-haq melawan al-bathil. Antara pengikut Adam a.s. melawan kelompok Iblis. High Priestess Maxine Dietrich dalam artikelnya berjudul Teachings of Ancient Egypt: The Brotherhood of the Snake (2002) menulis, “Setan membentuk kelompok Persaudaraan Ular bagi para manusia pengikutnya agar mereka bisa merasakan kondisi kejiwaan dan spiritualitas tingkat tertinggi.”
Kelompok Persaudaraan Ular ini oleh para sejarawan Barat sendiri diyakini berada di balik rezim-rezim besar penentang para Nabi Allah SWT. Mereka inilah para pendeta tertinggi Amon yang berada di balik kekuasaan represif Fir’aun, mereka pula yang membunuh para Nabi Allah, mereka inilah yang menghasut Herodes agar mengejar Nabi Isa a.s., mereka pula yang menghasut Paus Urbanus II agar mengibarkan bendera perang salib, mereka pula yang mendirikan Ordo Sion, Knights Templar, Freemasonry, dan sekarang mengejawantah dalam gerakan Zionisme, di mana kitab setan yang bernama Talmud menjadi kitab suci mereka.
Asal-usul kelompok ini sangat gelap. Namun sejarah mulai menemukan titik terang tatkala Bani Israil banyak melakukan apa yang telah mereka lakukan. Terlebih dalam perjalanannya selama berabad-abad, kaum ini mewarisi seluruh cirri-ciri, cara pandang, sikap hidup, ideologi, dan segala hal yang tadinya dimiliki oleh kelompok pemuja setan tersebut. Kitab suci al-Qur’an banyak sekali memaparkan tindak-tanduk kaum ini dan menyematkan berbagai nama bagi mereka yang keseluruhannya mengacu kepada pembangkangan terhadap ketauhidan.
Dan seperti yang sudah ditoreh dalam lembaran sejarah berabad-abad lamanya, tonggak kehadiran kaum ini bisa dilihat dalam suatu episode kehidupan sekelompok umat manusia di Pegunungan Harran, Irak Utara, di saat Nabi Ibrahim a.s. hidup.

Misteri 33 Derajat

Misteri 33 Derajat

Bagi keyakinan Kabbalah, angka 33 mengandung arti yang sangat suci. Dalam struktur keangg otaan Freemasonry, seorang Grandmaster menempati posisi 33°. Dalam banyak hal di dunia ini, secara kebetulan atau tidak, arti 33° ternyata mengandung arti atau makna yang sungguhsungguh penting, dan mencengangkan! Coba sekarang hamparkan peta dunia, lalu cari titik pertemuan antara 33° lintang utara (33°LU) dengan 33° bujur timur (33°BT) dari garis meridian atau yang lebih akrab disebut titik 0 penentuan waktu dunia (Greenwich). Anda jangan kaget jika di titik pertemuan antara 33°LU dengan 33°BT anda akan menemukan sebuah kota yang sangat dekat dan terkenal ke seantero dunia, tempat terjadinya peperangan akhir zaman (Armageddon), yakni kota Yerusalem (Al-Quds). Titik inilah titik paling panas sepanjang sejarah manusia, tempat peperangan abadi antara al-haq melawan al-bathil, antara hamba-hamba Allah SWT melawan hamba-hamba Iblis, dan tempat di mana Rasulullah SAW bermi’raj ke Sidratul Muntaha, lapisan langit ke tujuh!
33 degree symbol, tingkatan tertinggi di masonic
Banyak peristiwa penting dan juga misteri besar dunia terjadi di sekitar 33° LU. Peperangan, konflik, tindak kekerasan, pusat hiburan, dan wilayah yang paling banyak dihuni manusia, ternyata juga ada di sekitar 33° LU. Kota-kota besar bersejarah terkait ritual Mason dan juga korban para Mason—yang berada di sekitar lokasi ini antara lain: Washington DC, Las Vegas, Hollywood, Los Angeles, Hiroshima, Kabul- Afghanistan, Teheran, dan Bagdad.
Wilayah 33°LU juga dekat dengan lokasi-lokasi magis dunia seperti Segitiga Bermuda, Pegunungan Harran (kaum Kabbalah di Utara Irak), Piramida Mesir, Laut Mati, New Mexico (UFO 1947), dan juga kota Atlantis yang hilang (dekat Gibraltar).
Segala sesuatu yang terkait dengan keunikan letak geografis ini telah menarik perhatian sejumlah peneliti. Salah satunya adalah James Shelby Downard (1913-1998) yang menulis sebuah artikel berjudul “Sorcery, Sex, Assassination and the Science of Symbolism” yang mencoba menganalisa kaitan antara kasus penembakan JFK yang terjadi pada tahun 1963 dengan letak geografis, nama, serta simbol seputar pembunuhan tersebut. Presiden Kennedy ditembak saat berada dalam limousin di Elm Street, Dallas, sebuah kota yang berada di dekat 33°LU.

Beberapa Peristiwa Penting Masonik Amerika di sekitar garis 33°LU
Pada tahun 1756 bertempat di Charleston, South Carolina, lahir Rite Masonry di Amerika Serikat, dan terletak hanya 15 mil dari garis 33°LU.
Tanggal 12 April 1945, menjelang akhir PD II, Presiden Franklin D. Roosevelt meninggal mendadak akibat pendarahan otak di Warm Springs, Georgia, sebuah wilayah yang terletak di 33°LU. Kata-kata terakhir Roosevelt adalah, “Aku sangat sakit kepala!”. Catatan rekam medisnya hilang, tak pernah ditemukan. FDR merupakan seorang tokoh Mason.
Pengganti Roosevelt adalah Harry S Truman. Huruf S pada namanya bukan sebuah singkatan, tapi setelah duduk di level 33°, Truman diam-diam mengubah huruf S jadi singkatan dari Solomon. Truman pula yang mengawali era nuklir Amerika. Uji coba bom atom pertama dilakukan di daerah Almagordo, White Sands, New Mexico, yang berada di 33°LU.
Tanggal 6 Agustus 1945, pukul 8.15 am, pesawat bomber B29 Enola Gay nomor misi 13,membawa bom atom untuk dijatuhkan di Hiroshima, Jepang. Hiroshima berada di 33°LU.
Yang juga menarik adalah, selain angka 33, angka 13 juga merupakan angka sakralkaum  Kabbalah. Tahun 1935, Paul Foster Case pernah menulis bahwa sejak tahun 1776 ketika angka 13 adalah bagian dari simbol “The Great Seal”, angka tersebut telah menjadi bagian penting dalam sejarah Amerika. Tiga belas bagian yang membentuk piramid merepresentasikan 13 periode, di mana tiap periode adalah 13 tahun, atau setara dengan 169 tahun (13 x 13). Jika dihitung, sejak tanggal 4 Juli 1776 sampai dengan tanggal 4 Juli 1945 adalah 169 tahun! Dan dari tanggal 4 Juli 1945 sampai tanggal 6 Agustus 1945 (Hiroshima) berselisih 33 hari! Believed or not?
Pada tahun 1963, Presiden JFK tewas ditembak di Dealey Plaza, Dallas, Texas, yang berada di kawasan 33°LU, tanggal 22-11-1963 (22+11=33?). Dealey Plaza merupakan Loji pertama Mason di Dallas.
Pada 5 Juni 1968, selang beberapa waktu setelah Robert F. Kennedy (RFK) memenangkan pemilihan di California sebagai senator, ia ditembak di Hotel Ambassador di Los Angeles, California, yang terketak di posisi 33°LU. CIA diduga kuat berada di belakang pembunuhan tersebut.
Januari 1991, saat berkobar Perang Teluk, PBB menetapkan zona larangan terbang di 33°LU!
Tahun 1993, di Waco, Texas, yang terletak di sekitar 33°LU berdiri Loji Mason untuk Texas.
Pada 13 Maret 1997, di saat kegiatan syuting “Titanic”, sutradara James Cameron diam-diam pergi ke Phoenix, Arizona, untuk mendapatkan level Mason yang ke 32°. Phoenix adalah kota yang terletak di garis lintang 33°.
Pada 5 November 1998, film Titanic diputar secara perdana di Houston, Texas. Houston adalah sebuah kota yang terletak dekat dengan garis lintang 33°. Pemutaran filmnya secara resmi dimulai pukul 3.33 pm. (thanks for Wishnu Hardi essays “Mason and 33 Degree Parralel”, 2006).